SEMARANG, Joglo Jateng – Kawasan Kota Lama Semarang kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi primadona di Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2025, kawasan bersejarah ini menjadi magnet terbesar yang mendongkrak lonjakan kunjungan wisata di provinsi tersebut.
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mencatat angka kunjungan yang fantastis. Sebanyak 53 juta wisatawan nusantara (wisnus) dan 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman) tercatat berkunjung ke Jawa Tengah. Angka ini diprediksi masih akan terus bertambah hingga penutupan akhir tahun nanti.
Sekretaris Disporapar Jateng, Syurya Deta Syafri menjelaskan, total kunjungan tersebut merupakan akumulasi pergerakan wisatawan yang masuk melalui berbagai moda transportasi.
“Kota Semarang menjadi daerah dengan kunjungan tertinggi, yakni mencapai 7,17 juta wisatawan,” ujar Deta saat dikonfirmasi, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, tingginya angka kunjungan di ibu kota provinsi ini didorong oleh daya tarik Kota Lama, Pantai Marina, dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), serta didukung oleh akses transportasi yang mudah.
Peringkat Kunjungan Daerah Lain
Selain Semarang, Kabupaten Klaten menempati posisi kedua dengan capaian 5,68 juta wisatawan. Pesona Candi Prambanan masih menjadi daya tarik utama bagi pelancong yang datang ke wilayah ini.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Kabupaten Demak dengan 4,57 juta kunjungan yang didominasi oleh wisata religi. Mengejutkan, Kabupaten Purbalingga berhasil masuk jajaran atas dengan mencatat 3,10 juta wisatawan. Disusul oleh Kabupaten Kudus yang menarik 3,05 juta pengunjung berkat kombinasi kekayaan heritage dan nuansa religinya.
Dampak Ekonomi Signifikan
Tingginya mobilitas wisatawan ini berdampak langsung pada perekonomian daerah. Disporapar mencatat, hingga triwulan III 2025, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata Jawa Tengah mencapai 11,79 persen.
Angka pertumbuhan ini menempatkan pariwisata sebagai sektor dengan kenaikan tertinggi dibandingkan sektor usaha unggulan lainnya di Jawa Tengah. (hfh/iza)










