Siap Hadapi Nataru, Pemkot Semarang Gunakan Bola GPS Lacak Banjir dan Pantau Pasar

Suasana aktivitas jual beli dan pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Semarang jelang Natal dan Tahun Baru
MEMANTAU: Tim Satgas Pangan mendata harga bahan pangan yang dijual oleh pedagang saat giat pengawasan harga dan pasokan pangan di Pasar Karangayu, Semarang, Kamis (4/12/2025). (MAKNA ZAEZAR-ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai mematangkan sejumlah persiapan strategis menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menetapkan dua fokus utama, yakni mitigasi bencana banjir dan pengendalian harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik.

Usai menghadiri Rapat Koordinasi dengan Forkopimda di Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Agustina menegaskan pihaknya bergerak cepat menyusun langkah taktis.

“Masalah banjir sudah dikoordinasikan. Rapat mitigasi akan digelar minggu ini, harus cepat dan segera,” ujar Agustina, Senin (8/12/25).

Simulasi Unik Pakai Bola GPS

Dalam upaya mitigasi banjir, Pemkot Semarang menyiapkan metode pemantauan yang terbilang unik dan inovatif. Agustina mengungkapkan rencana simulasi aliran air menggunakan bola yang dilengkapi pelacak GPS (Global Positioning System).

Metode ini bertujuan untuk memetakan arah arus air secara akurat, terutama di titik-titik yang berpengaruh terhadap potensi genangan di kawasan vital seperti Simpang Lima.

“Kita mau simulasi melihat aliran air pakai bola. Rencananya dalam satu dua hari ini. Saat ini bolanya sedang dicari dan GPS-nya disiapkan,” jelasnya.

Tekan Inflasi dengan “Pak Rahman”

Selain ancaman hidrometeorologi, pengendalian inflasi menjadi agenda mendesak. Agustina mengakui harga sejumlah komoditas di pasar mulai menunjukkan kenaikan jelang akhir tahun. Oleh karena itu, intervensi pasar mutlak dilakukan.

“Sudah terjadi lonjakan inflasi, maka ada intervensi yang diminta. Program Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) bersama kementerian terkait harus turun di berbagai area untuk menekan harga,” tegas Agustina.

Pemkot Semarang sendiri telah memulai pemantauan di beberapa pasar tradisional. Agustina menyebut inspeksi mendadak (sidak) akan terus dilanjutkan ke pasar-pasar lain, khususnya di wilayah Semarang bagian atas seperti Pasar Jati.

“Tadi pagi sudah cek pasar, nanti saya ajak lagi ke beberapa pasar di atas. Intervensi kecil-kecil di titik rawan kenaikan tetap diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya. (hfh/adf)