Prihatin Minat Baca Tergerus Medsos, Pemkab Rembang Luncurkan Gerakan Literasi

Wakil Bunda Literasi Kabupaten Rembang melaunching Gerakan Rembang Membaca di Halaman Gedung Perpustakaan
KOMITMEN: Wakil Bunda Literasi Kabupaten Rembang melaunching Gerakan Rembang Membaca di Halaman Gedung Perpustakaan, Selasa (16/12). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng — Pemerintah Kabupaten Rembang resmi meluncurkan “Gerakan Rembang Membaca” dalam rangkaian Festival Literasi 2025 yang mengusung tema “Rembang Membaca, Rembang Berdaya”. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kembali budaya membaca di tengah masyarakat.

Festival Literasi 2025 digelar selama tiga hari, mulai Selasa (16/12) hingga Kamis (18/12) di Gedung Perpustakaan Kabupaten Rembang. Acara ini diinisiasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Rembang sebagai respons konkret atas rendahnya semangat membaca masyarakat saat ini.

Berawal dari Keprihatinan

Kepala Dinarpus Rembang, Achmad Shoelchan mengungkapkan, Gerakan Rembang Membaca lahir dari keprihatinan mendalam atas pergeseran kebiasaan masyarakat. Saat ini, aktivitas membaca lebih didominasi oleh pesan singkat dan media sosial dibandingkan bacaan yang memperkaya wawasan.

Menurutnya, perubahan budaya membaca tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat, melainkan harus dimulai dari unsur pimpinan dan pemerintah daerah sebagai teladan.

“Berawal dari kegelisahan itu, ini harus kita mulai dari atas. Kalau kita bottom up (dari bawah ke atas) itu mungkin sangat sulit. Maka kami mulai dari pemerintah dulu,” tegasnya.

Teladan dari Pimpinan

Sebagai simbol keseriusan, pada pembukaan festival dilakukan penandatanganan komitmen bersama Gerakan Rembang Membaca. Gerakan ini melibatkan Bupati Rembang, Wakil Bupati, anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai elemen warga.

“Kami akan menandatangani komitmen bersama. Intinya, ayo kita gerakan Rembang membaca,” jelas Shoelchan.

Dengan komitmen tersebut, pihaknya berharap budaya membaca dapat dimulai dari lingkup paling sederhana. Jika semua pihak sudah memiliki persepsi yang sama, ia meyakini membaca tidak lagi menjadi hal asing bagi warga Rembang.

“Harapannya membaca menjadi kebiasaan yang dilakukan secara alami tanpa paksaan. Yang penting dari stakeholder, dari Pemkab dulu mencerminkan gerakan membaca. Gerakan ini dimulai dari diri, keluarga, teman, dan lingkungan kerja,” tambahnya.

Optimalkan Bunda Literasi

Untuk mendukung keberlanjutan gerakan ini, Dinarpus Rembang juga akan mengoptimalkan peran Duta Literasi dan Bunda Literasi yang strukturnya sudah terbentuk hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Kami akan menggerakkan stakeholder literasi yang kami miliki. Duta Literasi dan Bunda Literasi ini sudah ada sampai ke jajaran desa. Intinya adalah komitmen,” tegasnya.

Ragam Kegiatan Festival

Festival Literasi 2025 diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan. Pada hari pertama, Selasa (16/12), acara dimulai dengan peluncuran Gerakan Rembang Membaca, tur stan literasi dan pameran arsip, talkshow storytelling, senam aerobik, serta penampilan seni tradisional.

Kemudian pada Rabu (17/12), digelar lomba mewarnai tingkat PAUD/TK, lomba storytelling tingkat SMP/MTs, senam aerobik, serta parade band. Sementara itu, Kamis (18/12) menjadi puncak acara dengan agenda lomba pidato, lomba mata pelajaran tingkat SD, penutupan festival, dan hiburan musik. (uma/fat)