KUDUS, Joglo Jateng – Pelaksanaan Liga Desa di Kabupaten Kudus dinilai sukses besar. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberikan apresiasi tinggi atas gelaran olahraga antar desa yang digagas sebagai rangkaian menyambut Hari Desa tersebut.
Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, Farida Kuria Ningrum, menyampaikan penghargaan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Kudus. Menurutnya, kesuksesan acara ini tak lepas dari peran aktif Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, beserta jajarannya.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kabupaten Kudus. Dukungan dari Bupati dan seluruh pihak luar biasa dalam menyukseskan kegiatan Liga Desa ini. Ini menjadi bagian penting dari agenda Kemendes dalam menyambut Hari Desa yang akan digelar pada 15 Januari 2026,” ujar Farida.
Menuju Agenda Berkelanjutan
Farida menilai Liga Desa bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan wadah efektif untuk membangun sportivitas dan kebersamaan warga. Melihat antusiasme yang membeludak, Kemendes PDT membuka peluang untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin.
“Melihat antusiasme peserta dan penonton, kami membuka peluang untuk mengevaluasi dan melanjutkan kegiatan serupa pada tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.
Saat ini, fokus kegiatan olahraga memang masih pada cabang sepak bola. Namun, rangkaian Hari Desa 2026 nanti juga akan dimeriahkan dengan berbagai kompetisi yang mengangkat potensi lokal, seperti pembuatan video sinematik desa, penguatan BUMDes, lomba desa wisata Nusantara, hingga lomba ketahanan pangan.

Ajang Cari Bibit Atlet
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersyukur pertandingan berjalan lancar meski sempat diwarnai dinamika di lapangan. Ia menekankan bahwa Liga Desa adalah ruang untuk silaturahmi sekaligus pencarian bakat.
“Kalau bisa dimulai dari anak-anak, dari SSB, lalu menjadi bank pemain untuk klub daerah seperti Persiku maupun klub lainnya. Olahraga ini bukan hanya soal menang, tapi membangun generasi sehat dan cinta desa,” jelas Sam’ani.
Jaga Kondusivitas
Terkait adanya protes kecil saat pertandingan, Bupati menganggapnya sebagai hal wajar dalam sepak bola, asalkan tidak mencederai persatuan. Ia berpesan agar emosi di lapangan selalu terkendali.
“Kepala boleh panas, tapi hati tetap dingin. Sportivitas harus dijaga,” tegasnya.
Ke depan, Pemkab Kudus bersama Kemendes PDT berkomitmen melakukan evaluasi agar Liga Desa dapat digelar lebih tertib dan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan desa. (adm/rds)










