Kudus  

PPSDSN Pendowo Kudus Lepas 14 Penerima Manfaat Purna Bina

Luncurkan Pendidikan Kesetaraan dan Inovasi Layanan

Kabid PFM Dinsos Jateng Moh Sigit didampingi Kepala PPSDSN Pendowo Sundarwati saat memberikan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat di Aula PPSDSN Pendowo Kudus
PEDULI: Kabid PFM Dinsos Jateng Moh Sigit didampingi Kepala PPSDSN Pendowo Sundarwati saat memberikan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat di Aula PPSDSN Pendowo Kudus, Selasa (23/12/2025). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial terus memperkuat komitmen pembangunan inklusif bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Purna Bina Penyandang Disabilitas Netra dan Disabilitas Mental, Launching Pendidikan Kesetaraan, serta Launching Inovasi Layanan yang digelar di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Kudus, Selasa (23/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 14 penerima manfaat purna bina secara resmi dikembalikan kepada keluarga dan masyarakat. Mereka terdiri dari 7 penyandang disabilitas netra dan 7 penyandang disabilitas mental, setelah dinilai mampu berfungsi sosial dan mandiri secara ekonomi.

Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Moh. Sigit menegaskan bahwa purna bina merupakan bagian penting dari proses rehabilitasi sosial yang berkelanjutan.

Kabid PFM Dinsos Jateng, Moh Sigit
Kabid PFM Dinsos Jateng, Moh Sigit. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

“Purna bina ini bukan akhir dari pendampingan, melainkan awal kemandirian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memastikan para penyandang disabilitas tetap mendapatkan dukungan, baik akses pekerjaan, usaha, maupun perlindungan sosial, agar mereka dapat hidup layak dan bermartabat di tengah masyarakat,” ujar Moh. Sigit saat memberikan sambutan yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Ia menambahkan, program rehabilitasi sosial di PPSDSN Pendowo sejalan dengan visi pembangunan Jawa Tengah yang inklusif dan berkeadilan. Hal itu sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap pemerintah kabupaten dan desa asal penerima manfaat dapat melanjutkan pendampingan, membuka akses permodalan, serta memastikan jaminan sosial mereka tidak terputus,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala PPSDSN Pendowo Kudus, Sundarwati menjelaskan bahwa seluruh penerima manfaat purna bina telah melalui proses pembinaan, pelatihan vokasional, magang hingga resosialisasi secara bertahap.

“Seluruh penerima manfaat telah memenuhi standar kompetensi dan dinyatakan siap kembali ke masyarakat. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga pendampingan lanjutan agar mampu beradaptasi dan mandiri secara ekonomi,” jelas Sundarwati.

Selain purna bina, PPSDSN Pendowo juga meluncurkan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan PKBM Arum Jati Kudus. Program ini bertujuan membuka akses pendidikan bagi penyandang disabilitas yang sebelumnya mengalami keterbatasan layanan pendidikan formal.

“Pendidikan kesetaraan adalah kunci peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan tidak ada lagi hambatan bagi mereka untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Sundarwati.

Selain pelepasan purna bina, para penerima manfaat juga menerima bantuan paket kerja dan bantuan modal usaha sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah. Hal itu agar mereka dapat langsung mengembangkan usaha atau bekerja secara mandiri di daerah asal.

Untuk penyandang disabilitas netra, bantuan yang disalurkan berupa satu paket kerja program Atensi Sentra Margolaras Pati UPT Kementerian Sosial RI dengan total nilai Rp27.532.500 untuk tujuh orang. Bantuan tersebut meliputi peralatan pijat seperti bed massage, perlengkapan praktik, hingga alat bantu mobilitas yang mendukung kemandirian penerima manfaat.

Sementara itu, penyandang disabilitas mental menerima bantuan paket kewirausahaan dan modal usaha dengan total nilai Rp16.800.000, yang bersumber dari program Atensi Kementerian Sosial RI dan APBD Perubahan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung usaha produktif seperti berjualan makanan, usaha cucian motor, peternakan hingga usaha angkringan.

Sundarwati menuturkan, pada kesempatan yang sama, PPSDSN Pendowo turut melaunching dua inovasi layanan Tahun 2025. Yaitu inovasi Media Anatomi Based Literacy Terintegrasi Multimodal Counseling (MBAe IMUT) dan Sistem Informasi Persediaan Logistik Panti (Si DIA). Kedua inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, efisiensi layanan, serta akuntabilitas tata kelola panti.

“Kegiatan yang dihadiri sekitar 115 tamu undangan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan Jawa Tengah yang inklusif. Di mana penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara untuk berdaya, mandiri, dan berkontribusi bagi masyarakat,” pungkas Sundarwati. (all/adf)