KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 1.091 warga di RW 03 Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, mulai menerima bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus. Bantuan itu disalurkan setelah wilayah ini dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Air bersih ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan bagi 375 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Dropping air bersih tersebut dilakukan menyusul permohonan bantuan dari Pemerintah Desa Glagahwaru yang diajukan pada Rabu (15/7/2026). BPBD Kudus mulai melakukan penanganan dengan memasang dua unit tandon air berkapasitas masing-masing 5.200 liter di lokasi terdampak.
Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah mengatakan, BPBD juga telah menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Adapun warga terdampak tersebar di RT 01 hingga RT 06 RW 03 Desa Glagahwaru.
Rinciannya, sebanyak 57 KK atau 165 jiwa berada di RT 01. Kemudian 60 KK atau 184 jiwa di RT 02, sebanyak 67 KK atau 186 jiwa di RT 03, lalu 74 KK atau 209 jiwa di RT 04, 62 KK atau 180 jiwa di RT 05, serta 55 KK atau 167 jiwa di RT 06.
Dalam pelaksanaan dropping air bersih tersebut, BPBD melibatkan personel Satgas BPBD, petugas Desa Tangguh Bencana (Destana), pemerintah desa setempat, serta masyarakat. Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPBD menyiapkan dua unit truk tangki yang digunakan secara bergantian serta satu unit kendaraan pikap L300.
“Dropping air bersih akan dilakukan secara berkala selama musim kemarau dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak,” ujarnya.
Selain Desa Glagahwaru, BPBD Kudus juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini. Wilayah tersebut meliputi Desa Kutuk di Kecamatan Undaan, Desa Kedungdowo di Kecamatan Kaliwungu, serta Desa Cranggang dan Desa Japan di Kecamatan Dawe.
“Rencananya dropping air bersih akan terus dilakukan sampai kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau sudah terpenuhi dan tidak dibutuhkan lagi,” tandasnya. (uma/fat/rds)










