KUDUS, Joglo Jateng – Buah parijoto, komoditas mungil berwarna ungu khas lereng Gunung Muria, berhasil menjadi peluang ekonomi menjanjikan bagi Triyanto. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus ini sukses mengembangkan inovasi produk turunan parijoto menjadi sirup bernilai jual tinggi dengan merek dagang Alammu.
Selama ini, parijoto dikenal luas lewat mitos yang diyakini mampu menyuburkan kandungan dan membuat bayi lahir rupawan. Hal ini menjadikan parijoto komoditas yang kerap dicari peziarah makam Sunan Muria.
Namun, ketersediaan buah ini terkendala faktor musiman. Saat musim hujan buah melimpah, sedangkan di musim kemarau harganya bisa melonjak hingga lima kali lipat akibat kelangkaan.
Kondisi tersebut menggerakkan Triyanto pada 2015 untuk mengolah parijoto agar memiliki daya simpan lebih lama. Terinspirasi dari sirup buah kawis khas Rembang, ia mulai bereksperimen membuat sirup parijoto bersama istrinya.
Perjalanan Usaha dan Varian Produk
Meski sempat mendapat penolakan dari warga sekitar yang enggan repot mengolah buah tersebut, Triyanto tidak menyerah. Setelah dua tahun masa uji coba, tepat pada 15 Juli 2017, ia resmi memulai produksi massal.
Dengan modal awal tabungan sebesar Rp 1,2 juta untuk botol dan stiker kemasan, Triyanto memasarkan produknya secara online dan offline. Kini, merek Alammu tidak hanya memproduksi sirup, tetapi juga merambah ke permen, keripik, teh tubruk, teh celup, hingga kombucha berbahan dasar parijoto.
Harga yang ditawarkan bervariasi. Sirup Alammu tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan 250 ml seharga Rp 45 ribu hingga ukuran 630 ml seharga Rp 230 ribu.
”Sementara produk lain seperti permen dan keripik dibanderol Rp 25 ribu, untuk teh dan kombucha mencapai Rp 150 ribu,” terangnya.
Jangkauan pasar produk Triyanto kini telah menembus Pulau Jawa, bahkan merambah hingga Kalimantan dan Sumatera. Usaha ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar dengan mempekerjakan enam warga Desa Colo sebagai karyawan tetap.
”Kami ingin terus berkembang dan tetap bermanfaat bagi masyarakat,” imbuh Triyanto.
Dukungan Permodalan
Kesuksesan usaha pengolahan parijoto ini turut mendapat apresiasi dari pihak perbankan. Pimpinan Cabang BRI Kudus, Iman Indrawan menilai keberhasilan Triyanto merupakan bukti bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat menjadi solusi efektif bagi pelaku UMKM.
Fasilitas permodalan tersebut dinilai mampu mendorong usaha kecil untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas produksinya.
”Semoga usaha yang dimiliki beliau dapat terus naik kelas dan terkenal hingga luas,” pungkasnya. (adm/fat)










