Kendal  

Madrasah Budaya Pungkuran Gelar Santri Camp, Ajak Santri Laju Rasakan Mondok

Santri laju saat diajari cara membuat pizza di Madrasah Budaya Kaliwungu
BELAJAR: Santri laju saat diajari cara membuat pizza di Madrasah Budaya Kaliwungu, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Puluhan santri laju atau santri non-mukim mengikuti Program Santri Camp yang diselenggarakan Madrasah Budaya Pungkuran, Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Program ini memberikan kesempatan bagi santri yang biasanya pulang-pergi untuk merasakan pengalaman tinggal dan belajar intensif di lingkungan pesantren

Selama tiga hari, para santri tinggal di lingkungan madrasah dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan layaknya santri mukim. Jadwal disusun padat meliputi pembelajaran keagamaan hingga pelatihan keterampilan hidup (life skill).

Materi keagamaan yang diberikan mencakup pengajian kitab kuning, tahfidz tematik, fikih ibadah, serta fikih kontemporer. Selain memperdalam ilmu agama, pihak madrasah juga membekali santri dengan keterampilan praktis.

Pengasuh Madrasah Budaya Pungkuran, Abdul Muis menjelaskan, Santri Camp dirancang khusus agar santri laju dapat mengikuti proses pendidikan pesantren dengan sistem asrama dalam kurun waktu tertentu.

Santri Camp ini dirancang agar santri laju dapat mengikuti proses pendidikan pesantren dengan sistem menginap,” ujarnya, belum lama ini.

Muis menambahkan, santri laju atau santri kalong adalah istilah lokal Kaliwungu bagi santri yang menuntut ilmu tanpa menetap di asrama. Usai kegiatan belajar, mereka biasanya langsung pulang ke rumah.