Kudus  

Ramai Diserbu Warga, Pojok Sehat ITEKES Centamaku di CFD Kudus Tawarkan Layanan Gratis Ini

Mahasiswa ITEKES Cendekia Utama Kudus sedang melayani pemeriksaan tekanan darah warga di acara Car Free Day Alun-Alun Kudus
SUASANA: Mahasiswa ITEKES sedang memberikan layanan kesehatan pada Pojok Sehat, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Mahasiswa Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus (ITEKES Centamaku) menghadirkan inovasi layanan masyarakat melalui Pojok Sehat ITEKES Cendekia Utama Kudus. Kegiatan yang digelar pada momen Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Kudus, Minggu, belum lama ini tersebut merupakan bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) Promosi Kesehatan mahasiswa semester 7 Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat.

Kehadiran stan kesehatan ini disambut antusias oleh warga yang memadati pusat kota. Alun-alun dipilih sebagai lokasi strategis karena menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi berbagai kelompok usia, sehingga akses layanan kesehatan dasar dan edukasi bisa menjangkau masyarakat luas secara langsung.

Layanan Cek Kesehatan Gratis dan Edukasi

Di lokasi tersebut, para mahasiswa membuka posko layanan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma. Warga tampak antusias memanfaatkan fasilitas ini untuk mengetahui kondisi tubuh mereka. Adapun layanan yang disediakan meliputi:

– Pengecekan tekanan darah (tensi)

– Pemeriksaan berat badan

– Cek gula darah, asam urat, dan kolesterol

– Konsultasi kesehatan dasar

Selain pemeriksaan fisik, mahasiswa juga memberikan edukasi promosi kesehatan dengan bahasa yang sederhana dan kontekstual. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, mencakup pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan penyakit tidak menular, pengelolaan sampah rumah tangga, serta peran keluarga dalam menjaga kesehatan.

Sasar Anak Lewat Edugames Interaktif

Tak hanya orang dewasa, Pojok Sehat ini juga dirancang ramah anak. Untuk menjangkau anak-anak dan remaja, mahasiswa menyiapkan sejumlah edugames menarik seperti ular tangga kesehatan, permainan pilah sampah, dan mewarnai. Pendekatan interaktif ini digunakan agar pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diingat oleh generasi muda.

Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat sekaligus Koordinator PKL Promosi Kesehatan, Ervi Rachma Dewi menyampaikan, kegiatan PKL ini memiliki cakupan luas. Tidak hanya menyasar masyarakat umum di ruang terbuka seperti CFD, tetapi juga dilaksanakan di sekolah-sekolah.

“Materinya menyesuaikan hasil identifikasi masalah yang ditemukan mahasiswa, seperti keamanan pangan jajanan anak, kesehatan reproduksi remaja, dan kesehatan mental,” terangnya.

Ervi menambahkan, Pojok Sehat menjadi wahana mahasiswa menerapkan teori promosi kesehatan sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, empati sosial, dan kerja tim. Sementara bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi akses layanan dan informasi kesehatan yang mudah dijangkau.

“Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat inilah yang membuat Pojok Sehat menjadi praktik pembelajaran bermakna sekaligus kontribusi nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kudus,” pungkasnya. (iza/rds)