SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan. Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul prediksi hujan intensitas sedang hingga lebat yang masih akan mengguyur secara merata, disertai risiko angin kencang di sejumlah wilayah.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menjelaskan kondisi atmosfer terkini saat dikonfirmasi pada Minggu (11/1). Menurutnya, dalam rentang satu hingga tiga hari ke depan, sebagian besar wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, masih berada dalam zona potensi hujan signifikan.
Puncak Musim Hujan di Bulan Januari
Winda mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat dipengaruhi oleh puncak musim hujan yang berlangsung sepanjang bulan Januari. Pola hujan yang merata diprediksi belum akan berubah dalam waktu dekat.

“Untuk wilayah Kota Semarang dan Jawa Tengah satu sampai tiga hari ke depan secara umum berpotensi hujan ringan hingga sedang. Namun, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang,” ujar Winda.
Waspada Bencana Hidrometeorologi
BMKG menyoroti adanya risiko bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh hujan lebat berdurasi panjang. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan, seperti bantaran sungai dan lereng curam, diminta ekstra waspada. Potensi ancaman meliputi:
- Banjir dan banjir bandang.
- Tanah longsor di wilayah topografi curam.
- Angin kencang dan puting beliung.
- Sambaran petir hingga hujan es.
“Masyarakat perlu mengantisipasi potensi bencana terutama jika hujan lebat terjadi dalam durasi lama,” jelasnya.
Selain itu, pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menghindari area rawan genangan, pohon besar, serta bangunan semi permanen saat cuaca memburuk.
Gelombang Tinggi dan Prediksi Februari
Tak hanya di darat, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait kondisi perairan. Gelombang laut di perairan selatan Jawa diperkirakan mencapai ketinggian hingga 4 meter, sementara di perairan utara berkisar 2,5 meter. Nelayan dan pelaku aktivitas laut diminta untuk berhati-hati.
Winda menambahkan, kondisi cuaca pada Februari mendatang diperkirakan masih cenderung sama. Pengaruh Monsun Asia dan pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Jawa masih kuat memicu pembentukan awan hujan, sehingga potensi cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi masyarakat. (hfh/gih)










