Siap-siap Mulus! Jalan Tireman-Japerejo Segera Digarap Lebar 7 Meter, Ini Jadwalnya

Kondisi ruas Jalan Tireman–Japerejo yang akan dilakukan peningkatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
JALAN: Kondisi ruas Jalan Tireman–Japerejo yang akan dilakukan peningkatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, bebrapa waktu lalu. (PEMKAB REMBANG/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Kabar baik bagi pengguna kendaraan di Kabupaten Rembang. Peningkatan struktur Jalan Tireman-Japerejo dipastikan mulai dikerjakan pada awal tahun 2026. Kepastian ini didapat setelah proses administrasi proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut rampung.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo mengonfirmasi bahwa kontrak pekerjaan telah resmi ditandatangani pada pertengahan Desember 2025 lalu. Saat ini, tahapan telah memasuki persiapan pelaksanaan fisik di lapangan.

“Koordinasi terakhir yang kami terima, kontrak Jalan Tireman–Japerejo sudah ditandatangani pada pertengahan Desember kemarin. Seharusnya di awal tahun ini sudah ada persiapan pelaksanaan kegiatan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Spesifikasi Lebih Lebar dari Jalan Lain

Nugroho menjelaskan, proyek ini memiliki spesifikasi teknis yang cukup istimewa dibandingkan ruas jalan lain. Kualitas peningkatan jalan ini dirancang lebih lebar daripada Jalan Sulang–Krikilan yang sebelumnya digarap melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Berikut detail spesifikasi proyek Jalan Tireman-Japerejo:

  • Lebar Jalan: Sekitar 7 meter.
  • Panjang Penanganan: Kurang lebih 6,5 kilometer.
  • Sumber Dana: APBN Murni.

“Penanganan ruas Tireman–Japerejo memiliki spesifikasi lebih lebar dibandingkan sejumlah ruas lain,” terang Nugroho.

Telan Anggaran Rp 40 Miliar

Pemerintah pusat menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk memuluskan akses vital ini. Total alokasi anggaran tercatat mencapai sekitar Rp 40 miliar. Besarnya anggaran ini diharapkan berbanding lurus dengan kualitas jalan yang dihasilkan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat Rembang.

Terkait waktu pengerjaan fisik (alat berat turun ke jalan), Nugroho memperkirakan akan dimulai pada bulan kedua tahun ini.

“Ya, kemungkinan sekitar bulan kedua, Februari, sudah ada aksi di lapangan,” tandasnya. (hms/fat)