Kudus  

Longsor di Kudus Terjang Dua Rumah Warga, Dinding Kamar Jebol

Kondisi dinding rumah warga di Kudus yang jebol akibat diterjang material longsor.
Kondisi dinding rumah warga di Kudus yang jebol akibat diterjang material longsor. (ADAM/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus memicu bencana longsor di Kudus pada Minggu (11/1/2026) pukul 05.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan dua rumah warga di kawasan pegunungan mengalami kerusakan struktur yang cukup serius.

Kejadian berlangsung saat kondisi tanah di lokasi kejadian jenuh air akibat curah hujan yang tak kunjung reda sejak malam sebelumnya. Material tanah yang gembur tak mampu menahan beban air, hingga akhirnya meluncur dan menimpa dinding hunian warga saat pagi buta.

Kronologi dan Dampak Kerusakan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat insiden ini sebagai dampak dari bencana hidrometeorologi awal tahun. Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji menjelaskan, longsoran tanah berdampak langsung pada fisik bangunan.

“Dua rumah mengalami dampak langsung. Struktur dinding di beberapa bagian jebol tertimpa material longsor,” ungkap Munaji, Kamis (15/1/2026).

Berikut rincian kerusakan yang dialami warga:

  • Rumah Pertama: Kerusakan parah pada bagian kamar tidur.
  • Rumah Kedua: Material tanah menjebol dinding hingga masuk ke ruang tamu.
  • Kerugian: Taksiran kerugian material mencapai Rp 10 juta (meliputi dinding, perabot, dan struktur bangunan).

Meski kerusakan cukup parah, Munaji memastikan tidak ada korban jiwa. Saat longsor terjadi, penghuni rumah berada di ruangan yang aman dan kesigapan warga menjauh dari titik rawan berhasil meminimalkan risiko.

Waspada Tanda Retakan Tanah

Menurut Munaji, sebelum longsor terjadi, sebenarnya alam sudah memberikan tanda-tanda awal berupa retakan tanah di sekitar lokasi. Sayangnya, fenomena ini kerap dianggap sepele oleh warga.

“Retakan tanah merupakan peringatan dini. Jika ditemukan, sebaiknya segera dilaporkan dan diantisipasi,” tegasnya.

BPBD Kudus menyoroti bahwa selain faktor hujan, sistem drainase yang buruk turut memperparah keadaan. Aliran air dari lereng atas yang tidak terkelola, serta saluran air yang mengarah langsung ke bawah lereng, mempercepat pergerakan tanah.

Masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah perbukitan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengecekan lingkungan sekitar secara berkala sangat disarankan, khususnya saat hujan deras berlangsung dalam durasi panjang. (adm/rds)