Pati  

Semula untuk Sumatra, Bupati Sudewo Alihkan Ratusan Juta Iuran ASN untuk Korban Banjir Pati

Bupati Pati Sudewo saat memberikan keterangan saat konferensi pers di Pendopo Pati
KETERANGAN: Bupati Pati Sudewo saat memberikan keterangan saat konferensi pers di Pendopo Pati, Minggu (18/1/26). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Solidaritas tinggi ditunjukkan jajaran birokrasi di Bumi Mina Tani. Iuran ASN Pati beserta kepala desa (Kades) yang semula digalang untuk korban bencana luar pulau, diputuskan untuk dialihkan bagi penanganan banjir Pati. Berdasarkan data sementara, total donasi yang terkumpul saat ini telah mencapai Rp 691 juta.

Bupati Pati, Sudewo, menegaskan kebijakan ini diambil menyusul kondisi darurat bencana yang melanda wilayah Kabupaten Pati. Dana taktis tersebut kini disiagakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak banjir di berbagai kecamatan.

Target Donasi Tembus Rp 1 Miliar

Dalam keterangannya, Sudewo menjelaskan bahwa inisiatif penggalangan dana ini awalnya ditujukan untuk membantu korban bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Namun, melihat kondisi riil di lapangan di mana warga Pati sendiri sedang kesusahan, prioritas penyaluran pun diubah.

“Karena Pati terdampak banjir, maka yang semula akan kami salurkan untuk korban di sana (Sumatra dan Aceh), mohon maaf, kami pakai untuk warga Kabupaten Pati,” ungkap Sudewo.

Pihaknya memproyeksikan total Iuran ASN Pati dan para Kades ini bisa menembus angka lebih dari Rp 1 miliar. Meski demikian, dana yang sudah tersedia saat ini akan langsung dieksekusi tanpa menunggu target terpenuhi demi kecepatan penanganan.

“Rp 691 juta itu sudah standby. Artinya segera digunakan untuk belanja logistik,” tegasnya.

Kerahkan Nakes dan Gandeng Swasta

Selain dukungan materiil, Sudewo juga menginstruksikan seluruh elemen pemerintah daerah untuk terjun total melayani masyarakat. Ia menyoroti peran vital tenaga kesehatan (Nakes) dan tenaga pendidikan dalam situasi krisis ini.

Instruksi Bupati mencakup beberapa poin penting:

  • Tenaga Kesehatan: Wajib standby di posko-posko pengungsian dan layanan kesehatan.
  • Tenaga Pendidikan: Guru diminta ikut membantu di lapangan, meskipun wilayah sekolah atau tempat tinggalnya tidak terdampak.

Tak hanya birokrasi, sektor swasta juga diminta turun tangan. Sudewo mengimbau para pengusaha menengah ke atas untuk berpartisipasi menyumbangkan logistik, seperti beras. Ia menekankan pentingnya koordinasi satu pintu agar distribusi bantuan merata.

“Kalau selama ini diberikan ke titik tertentu, sekarang ini dengan adanya pengaturan dan koordinasi, maka selanjutnya bisa melalui aturan supaya tidak overlap,” pungkasnya. (lut/fat)