TPS Muktiharjo Kidul Disterilkan! 145 Ritasi Sampah Diangkut ke Jatibarang

Armada truk Pemkot Semarang saat mengangkut tumpukan sampah di TPS Muktiharjo Kidul
PROSES: Alat berat saat memindahkan sampah di TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Jumat (16/1). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Penanganan intensif dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk mengatasi masalah lingkungan di Kecamatan Pedurungan. Hingga Jumat (16/1) sore, armada truk pengangkut tampak hilir mudik mengevakuasi tumpukan sampah TPS Muktiharjo Kidul yang menggunung.

Langkah cepat ini melibatkan kolaborasi lintas dinas untuk memulihkan kenyamanan warga sekitar. Ratusan ton limbah yang sempat menumpuk kini telah dipindahkan secara bertahap menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Evakuasi 145 Ritasi dan Sinergi OPD

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengonfirmasi bahwa operasi pembersihan ini dilakukan secara masif. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 145 ritasi sampah berhasil diangkut dari lokasi tersebut.

“Ini hasil kerja bersama sejumlah OPD agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/1).

Operasi ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta pengamanan dari Satpol PP dan aparat kewilayahan.

Aturan Baru: Mobil Pribadi Dilarang Masuk TPS

Selain pembersihan fisik, Agustina menyiapkan strategi pencegahan agar tumpukan sampah tidak kembali terjadi. Area TPS akan disterilisasi melalui pemagaran, penghijauan, hingga pemasangan CCTV untuk pemantauan real time.

Wali Kota juga menegaskan aturan ketat terkait jenis kendaraan yang boleh membuang sampah di TPS:

  • Diperbolehkan: Gerobak sampah, becak sampah, dan motor roda tiga.
  • Dilarang: Kendaraan roda empat (mobil pribadi/pick-up) wajib membuang langsung ke TPA Jatibarang.

“Kalau tidak tertib, seberapa banyak kontainer yang disiapkan pasti akan cepat penuh,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka menengah, Pemkot akan menyiagakan empat kontainer dengan empat armada armroll yang melayani tiga ritasi per hari, ditambah satu dump truck harian untuk menjaga kebersihan lokasi. (hfh/gih)