KUDUS, Joglo Jateng — Antusiasme masyarakat dalam memantau kondisi tubuh terlihat meningkat signifikan di wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat ini. Pelaksanaan program Capaian Cek Kesehatan Gratis Puskesmas Bae (CKG) tahun 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan realisasi melampaui angka yang ditetapkan pemerintah.
Hingga akhir periode evaluasi sementara, program ini mencatatkan persentase realisasi sebesar 37,7 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target yang dibebankan oleh provinsi yakni sebesar 36 persen.
Kepala Puskesmas Bae, dr. Agung Dwi Atmo merinci data tersebut. Dari total sasaran masyarakat sebanyak 48.262 jiwa, target minimal yang harus dicapai adalah 17.374 orang. Namun, berkat kinerja tim di lapangan, realisasi pemeriksaan berhasil menyentuh angka 18.194 orang.
”Secara angka, ini sudah melampaui target. Capaian kita 37,7 persen, sementara target dari provinsi 36 persen. Artinya program CKG di Puskesmas Bae berjalan cukup baik,” paparnya, belum lama ini.
Sektor Sekolah dan Dewasa Jadi Penopang
Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi masif pada sektor pendidikan dan usia produktif. Agung menyebut, CKG sekolah mencatat performa impresif karena kemudahan akses sasaran.
Untuk sasaran sekolah, Puskesmas Bae menetapkan target 20 persen dari total 19.383 siswa. Realisasinya berhasil menembus 29,3 persen, jauh di atas ekspektasi awal.
”Yang paling banyak melampaui target memang dari program CKG sekolah. Anak-anak sekolah relatif mudah dijangkau karena kegiatannya terpusat, sehingga pemeriksaan bisa dilakukan secara optimal,” jelas Agung.
Tren positif juga terlihat pada kelompok dewasa. Dari sasaran 29.443 orang dengan target 35 persen, realisasi justru melonjak hingga 41 persen (sekitar 12.097 orang). Menurutnya, hal ini menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat usia produktif untuk melakukan deteksi dini kesehatan mulai tumbuh.
Lansia dan Balita Masih Perlu Evaluasi
Meski secara akumulatif sukses, dr. Agung mengakui masih ada pekerjaan rumah (PR) besar pada beberapa kelompok rentan yang capaiannya belum maksimal. Berikut rincian kelompok yang masih di bawah target:
- Lansia: Target 50 persen, realisasi baru 27,8 persen (dari 4.904 sasaran).
- Pra Sekolah & Balita: Target 50 persen, realisasi 45 persen (dari 3.825 sasaran).
- Bayi Baru Lahir (BBL): Target 65 persen, realisasi 43,98 persen (dari 707 sasaran).
”Ini menjadi bahan evaluasi kami. Capaian yang sudah baik akan kami lanjutkan, sedangkan yang masih rendah akan kami tingkatkan dari sisi pelayanan dan pendekatan ke masyarakat,” pungkasnya. (uma/fat)










