Kendal  

Akses ke Pantai Ngebum Penuh Lubang Jumbo, Pengendara Sering Terjatuh

Pengendara melewati jalan rusak menuju akses wisata Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu.
HATI-HATI: Pengendara melewati jalan rusak menuju akses wisata Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu. (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Kondisi infrastruktur menuju objek wisata Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal kian memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah lubang besar dengan lebar sekitar satu meter dan kedalaman 20 sentimeter tampak menganga di badan jalan, membahayakan setiap kendaraan yang melintas.

Kerusakan jalan rusak Pantai Ngebum ini diperparah oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kendal belakangan ini. Kondisi tersebut memicu keluhan dari warga setempat dan pengguna jalan karena dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor saat hujan deras atau malam hari.

Akses Vital Wisata dan Industri

Warga setempat, Nur Saidah mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Kerusakan kian parah akibat kombinasi intensitas hujan dan aktivitas kendaraan berat, khususnya dump truck yang kerap melintas.

Padahal, jalur ini memiliki peran ganda yang sangat vital bagi perekonomian warga. Selain sebagai akses utama wisatawan ke Pantai Ngebum, jalan Desa Mororejo juga menjadi nadi bagi ribuan pekerja yang menuju:

  • Kawasan Industri Kendal (KIK).
  • PT Kayu Lapis Indonesia (KLI).
  • PT TPI.
  • Pabrik sepatu dan industri besar lainnya di wilayah utara.

“Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pantai Ngebum yang ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan,” ujar Nur Saidah, Rabu (21/1/2026).

Minim Penerangan, Rawan Kecelakaan

Keluhan serupa disampaikan Arif, seorang pengendara motor yang setiap hari menjadikan jalur ini sebagai alternatif menuju KIK. Ia mengaku pernah menjadi korban, terjatuh saat berusaha menghindari kubangan air yang menutupi lubang jalan.

Menurut Arif, risiko kecelakaan semakin tinggi karena genangan air saat hujan membuat lubang sulit terlihat. Situasi diperburuk dengan minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut.

“Ya, tentu kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut demi keselamatan pengguna,” harapnya.

Respons Dinas PUPR Kendal

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal, Sudaryanto memberikan respons. Saat dikonfirmasi, pihaknya menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan kerusakan jalan tersebut.

“Nanti akan kami minta UPTD Kaliwungu untuk survei. Jika sudah ada pengajuan, tentu akan kami lakukan perbaikan secepatnya,” tegas Sudaryanto. (ags/amd)