Kudus  

RSI Sunan Kudus Buka Poliklinik Eksekutif, Pisahkan Antrean Pasien BPJS dan Umum

Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin tampak sedang memantau layanan Poliklinik Eksekutif
‎‎LIAT: Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin tampak sedang memantau layanan Poliklinik Eksekutif yang mulai beroperasi pada Rabu, 28 Januari 2026. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus secara resmi mulai mengoperasikan layanan Poliklinik Eksekutif pada Rabu (28/1/26). Terobosan ini dihadirkan untuk meningkatkan kecepatan dan kenyamanan layanan kesehatan, sekaligus mengurai kepadatan antrean tanpa mengurangi hak pasien peserta BPJS Kesehatan.

Layanan baru ini menawarkan konsep one-stop service yang terintegrasi, mulai dari pendaftaran hingga pengambilan obat dalam satu area. Kehadiran Poliklinik Eksekutif diharapkan menjadi solusi bagi pasien yang membutuhkan privasi dan efisiensi waktu, sekaligus memperlancar alur pelayanan di jalur reguler.

Urai Antrean Pasien BPJS

Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin menegaskan, pembukaan layanan eksekutif ini tidak akan mendiskriminasi pasien BPJS. Justru, pemisahan ini menjadi strategi manajemen untuk memecah penumpukan pasien yang selama ini bercampur di satu lokasi.

“Selama ini pasien BPJS dan non-BPJS bercampur, sehingga antrean menjadi panjang dan ruang tunggu padat. Dengan pemisahan ini, pasien BPJS justru akan terlayani lebih baik dan lebih cepat,” jelasnya.

Berdasarkan data internal, sekitar 10–12 persen pasien di rumah sakit tersebut adalah kategori non-BPJS. Dengan memisahkan segmen ini ke jalur eksekutif, beban antrean di poli reguler diprediksi akan berkurang signifikan.

Fasilitas Lounge dan Layanan Medis Canggih

Berbeda dengan layanan reguler, Poliklinik Eksekutif RSI Sunan Kudus dirancang dengan konsep kenyamanan tinggi. Ruang tunggu didesain menyerupai lounge, lengkap dengan fasilitas minuman mandiri seperti kopi dan teh untuk memberikan pengalaman yang lebih humanis.

Selain kenyamanan fisik, layanan ini juga menawarkan tindakan medis khusus yang belum ter-cover oleh BPJS Kesehatan, antara lain:

  • Regenerative medicine
  • Stem cell
  • Pain management
  • Tindakan medis khusus lainnya

Sistem Online dan Dokter Spesialis Lengkap

Dari sisi aksesibilitas, pasien dimanjakan dengan sistem pendaftaran online berbasis browser, memungkinkan pemilihan dokter secara mandiri sebelum kedatangan. Seluruh layanan penunjang seperti laboratorium, radiologi, dan farmasi juga dilakukan di satu area terintegrasi demi memangkas waktu tunggu.

Dr. Ahmad memastikan kualitas medis yang diberikan tetap berstandar tinggi. Seluruh dokter spesialis yang bertugas di layanan reguler juga akan melayani di Poliklinik Eksekutif, termasuk spesialis bedah, penyakit dalam, ortopedi, hingga jantung.

“Poliklinik eksekutif ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan pasien yang menginginkan pelayanan lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi. Harapannya, baik pasien BPJS maupun non-BPJS sama-sama diuntungkan,” pungkasnya. (adm/fat)