Sawah dan Tambak Terancam Gagal Panen
Selain merendam pemukiman, banjir juga melumpuhkan sektor pertanian dan perikanan warga. Martinus merinci kerugian materiil yang menyasar lahan produktif.
“Genangan itu ada di wilayah pemukiman, genangan yang ada area sawah maupun di area tambak kita catat sebagai dampak banjir ini,” jelasnya.
Data BPBD menunjukkan, lahan sawah yang terendam banjir mencapai luas kurang lebih 4.475 hektare. Sementara itu, area tambak yang terdampak tercatat seluas kurang lebih 872 hektare.
Luapan Sungai Silugonggo
Martinus menjelaskan, sebelumnya banjir sempat menunjukkan tanda-tanda surut. Namun, air kiriman dari hulu membuat Sungai Silugonggo tak mampu menampung debit air, sehingga meluap kembali ke pemukiman warga, khususnya di wilayah Juwana dan Jakenan.
“Tinggi muka air Silugonggo Juwana terdampak. Beberapa desa yang kemarin sempat surut, seperti di Mintobasuki, Ngastorejo, wilayah Jakenan dan Juwana sendiri, Kedungpancing, dan Tluwah akhirnya infonya naik lagi. Ada yang selutut,” pungkasnya. (lut/fat)










