KUDUS, Joglo Jateng – Ratusan umat Tri Dharma memadati kawasan Kelenteng Hok Hien Bio untuk mengikuti tradisi tahunan Kirab Bwee Gee, Minggu (1/2/2026). Prosesi budaya yang sarat makna spiritual ini digelar sebagai bentuk doa tolak bala, khususnya bagi keselamatan bangsa Indonesia dari berbagai bencana.
Suasana Kota Kudus terasa lebih semarak namun tetap khidmat saat rombongan kirab mulai bergerak. Peserta menempuh rute dari kelenteng menuju Alun-alun Kudus, sebelum akhirnya kembali lagi ke kelenteng sebagai titik akhir prosesi.
Tidak hanya diikuti warga lokal, kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 34 kelenteng di berbagai daerah di Indonesia. Peserta datang dari Blora, Jakarta, hingga Malang, menegaskan kuatnya jalinan kebudayaan dan spiritualitas antarumat lintas daerah.
Penasihat Kelenteng Hok Hien Bio, Liong Kuo Tjun menyampaikan, tema kirab tahun ini secara spesifik adalah tolak bala. Selain menjadi tradisi ungkapan syukur kepada Dewa Bumi, kirab dipanjatkan sebagai doa besar bagi keselamatan negara.
”Ini tiap tahun kita selenggarakan, terutama untuk keselamatan seluruh bangsa dan negara Indonesia. Kita berdoa agar dijauhkan dari bencana alam, wabah penyakit, dan segala bentuk malapetaka,” tutur Liong.
Refleksi Pasca Banjir Besar
Menurut Liong, pelaksanaan kirab tahun ini terasa jauh lebih istimewa dan emosional. Hal ini dikarenakan Kudus baru saja mengalami banjir besar, sebuah fenomena alam yang jarang terjadi dalam kurun waktu puluhan bahkan ratusan tahun terakhir di wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat doa dan harapan bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa.
”Tahun ini terasa luar biasa berat. Justru momen ini menjadi sangat penting, karena kita menekankan ritual untuk menghadapi bencana alam dan berbagai kemungkinan ke depan,” ujarnya.
Doa untuk Pemimpin Bangsa
Selain memohon keselamatan alam, Kirab Bwee Gee juga menjadi wadah memanjatkan doa bagi para pemimpin Indonesia. Umat berharap para pejabat negara diberi kekuatan untuk memimpin bangsa menuju kondisi yang lebih baik.
”Kita mendoakan agar para pemimpin bangsa senantiasa diberi kesehatan, perlindungan, dan kemampuan memimpin dengan baik serta memberi teladan positif bagi rakyat,” imbuhnya.
Melalui Kirab Bwee Gee, umat Kelenteng Hok Hien Bio dan para peserta dari berbagai daerah menyatukan harapan. Tradisi ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian lintas budaya terus terawat di Kota Kretek. (iza)










