REMBANG, Joglo Jateng – Pecinta K-pop dan pemburu kuliner Korea di Rembang kini tidak perlu jauh-jauh terbang ke Seoul untuk menikmati hidangan otentik. Aston Inn Rembang secara resmi meluncurkan program bertajuk ”60 Second to Seoul” yang dipusatkan di kawasan Alun-alun Rembang.
Event ini menghadirkan pengalaman lengkap mulai dari street food, dessert, minuman segar, hingga workshop budaya Negeri Ginseng dalam satu hari penuh. Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi warga lokal, mengingat masih minimnya destinasi kuliner otentik Korea di wilayah setempat.
Marketing Communication Aston Inn Rembang, Tata menjelaskan, acara ini dikemas interaktif dengan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari workshop Korean food, sesi Zumba, hingga penyediaan photo booth tematik Korea.
”Melalui 60 Second to Seoul, kami ingin menghadirkan pengalaman Korea yang singkat tapi berkesan. Tidak hanya mencicipi makanan khas Korea, pengunjung juga bisa belajar, berolahraga, dan bersenang-senang bersama,” ujar Tata.
Menu Mulai Rp 48 Ribu
Bagi pengunjung yang ingin mencicipi cita rasa Korea, tersedia berbagai menu street food populer yang dibanderol mulai dari Rp 48.000. Beberapa menu andalan yang disajikan antara lain:
- Tteokbokki
- Korean Cheese Burger
- Gangnam Hot Chicken
- Soko Fish Taco
- Kimchi Fried Rice
Selain makanan berat, tersedia pula dessert khas seperti Jeju Matcha Puff dan Baesuk Pear. Pengalaman bersantap semakin lengkap dengan deretan minuman segar seperti Sparkling Yuzu Honey, Shiye Fizz, Maesil Mojito, dan Omija Cooler.
”Di Rembang, pilihan makanan Korea masih terbatas. Jadi kami berinisiatif menghadirkan menu ini supaya anak-anak muda, terutama yang suka K-pop dan budaya Korea, bisa menikmati makanan favorit mereka tanpa harus pergi jauh,” tambahnya.
Agenda Rutin 6 Bulan Sekali
Tata menambahkan, acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize menarik, mulai dari voucer berenang, merchandise eksklusif, hingga agenda tahunan.
Program ini dirancang sebagai strategi Aston Inn Rembang untuk terus memperkenalkan tren kuliner global kepada masyarakat lokal. Rencananya, konsep serupa akan digelar secara berkala dengan tema negara yang berbeda.
”Ke depannya, setiap enam bulan sekali kami akan menghadirkan tema kuliner berbeda, misalnya Jepang atau menu barat, supaya masyarakat selalu punya pengalaman baru,” pungkasnya. (uma/fat)










