Kudus  

Bermain di Sungai Setro Mejobo, Bocah 10 Tahun Warga Temulus Tewas Tenggelam

Suasana duka menyelimuti proses evakuasi jenazah AR (10), bocah yang ditemukan tewas tenggelam di Sungai Sekunder Setro, Kecamatan Mejobo, Kudus
Suasana duka menyelimuti proses evakuasi jenazah AR (10), bocah yang ditemukan tewas tenggelam di Sungai Sekunder Setro, Kecamatan Mejobo, Kudus, Rabu (4/2/2026). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Nasib nahas menimpa AR (10), bocah asal Desa Temulus, Kecamatan Mejobo. Ia ditemukan meninggal dunia usai bermain di Sungai Setro Kudus yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter, Rabu (4/2/2026) sore.

Korban sebelumnya diketahui berpamitan kepada orang tuanya untuk bermain sepeda bersama teman-temannya sejak pukul 14.15 WIB. Peristiwa memilukan ini terjadi di aliran Sungai Sekunder Setro, turut Desa Kirig, yang kondisinya baru selesai dinormalisasi.

Lompat ke Sungai, Langsung Tenggelam

Kepala Desa Temulus, Suharto membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, lokasi kejadian berada cukup jauh dari permukiman warga. Sekitar pukul 15.15 WIB, korban bersama tiga temannya bermain di bibir sungai.

Tanpa menduga bahaya, korban melompat ke arah sungai. Diduga karena tidak bisa berenang dan tidak mengetahui kondisi sungai pasca-normalisasi yang cukup dalam, korban langsung tenggelam.

“Korban bermain bersama tiga temannya di sekitar Sungai Sekunder Setro. Sungai tersebut cukup dalam, sekitar tiga meter. Diduga korban tidak mengetahui kedalaman sungai dan belum bisa berenang,” terang Suharto.

Melihat temannya tak muncul ke permukaan, ketiga rekan korban panik dan segera meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang datang bergegas mengevakuasi korban ke tepi sungai.

Meninggal di Puskesmas

Tubuh korban segera dilarikan ke UPTD Puskesmas Mejobo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa bocah tersebut tidak tertolong.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko menjelaskan, meski sempat mendapat pertolongan, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis pada pukul 15.45 WIB.

“Lokasi kejadian berada sekitar satu kilometer di sisi selatan rumah korban. Sungai ini baru dinormalisasi sehingga tampak lebih dangkal di permukaan (padahal dalam, Red),” ungkap Eko.

Atas kejadian ini, BPBD Kudus mengeluarkan imbauan tegas kepada para orang tua di wilayah Mejobo dan sekitarnya.

“Kami mengimbau kepada orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di sekitar sungai atau saluran irigasi yang berbahaya,” pungkasnya. (adm/rds)