KENDAL, Joglo Jateng – Aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kendal dipastikan akan segera pulih setelah sempat vakum lebih dari satu tahun. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Shalem siap beroperasi melayani rute Kendal-Kumai, Kalimantan Tengah, menggantikan armada sebelumnya.
Saat ini, kapal milik PT Surya Timur Line tersebut tengah menjalani proses perawatan rutin atau docking di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebelum resmi sandar di Kendal. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal memastikan seluruh aspek legalitas dan teknis kapal tersebut telah rampung.
“Izin operasi, izin lintasan, hingga kelaikan kapal sudah lengkap. Dermaga Pelabuhan Kendal juga siap digunakan,” tegas Kepala Dishub Kendal, Muhammad Eko, Senin (2/2/26).
Target Beroperasi Sebelum Puasa
Eko menjelaskan, persetujuan lintasan untuk rute Kendal–Kumai sebenarnya telah diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan sejak Januari 2025 lalu. Dengan selesainya persiapan teknis saat ini, pihaknya menargetkan pelayaran perdana dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Targetnya saat puasa Ramadan sudah bisa melayani penyeberangan. Harapannya bisa membantu angkutan mudik dan arus logistik,” imbuhnya.
Kehadiran KMP Shalem ini diproyeksikan untuk mengisi kekosongan jadwal yang ditinggalkan oleh KMP Kalibodri. Sebelumnya, KMP Kalibodri direlokasi ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, karena dinilai kurang optimal secara hitungan bisnis di lintasan ini.
Penuhi Standar Keselamatan
Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Budi Sulistiyanto menjamin armada baru ini telah mematuhi regulasi yang ketat. KMP Shalem dinyatakan telah memenuhi seluruh ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 104 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan.
“Mulai dari spesifikasi teknis kapal, sistem keselamatan, hingga standar pelayanan minimal penyeberangan sudah terpenuhi,” jelas Budi.
Otoritas pelabuhan berharap, beroperasinya KMP Shalem mampu mengembalikan peran strategis Kendal sebagai gerbang konektivitas Jawa-Kalimantan. Hal ini dinilai krusial untuk mendongkrak kembali pergerakan penumpang dan distribusi logistik yang sempat lesu. (ags/gih)










