Jepara  

Sambut HPN 2026, PWI Jepara Bekali Puluhan Pelajar Materi Jurnalistik Dasar

Puluhan pelajar SMA di Jepara antusias mengikuti materi pelatihan jurnalistik dasar dari PWI Jepara di Gedung Shima.
ANTUSIAS: Puluhan pelajar Jepara saat dibekali materi pelatihan jurnalistik dasar oleh PWI Jepara di Gedung Shima Jepara, Kamis (5/2). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Jepara tampak antusias mengikuti ‘Pelatihan Jurnalistik Pelajar’ yang digelar di Gedung Shima, Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Jepara, Kamis (5/2/26).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jepara ini merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Tak hanya duduk mendengarkan materi, para peserta juga diajak terjun langsung ke lapangan untuk merasakan sensasi menjadi jurnalis sesungguhnya.

Praktik Liputan di Museum Kartini

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah praktik peliputan. Peserta dilatih menggali informasi secara langsung dengan mengunjungi Museum R.A. Kartini Jepara. Di sana, mereka belajar melakukan observasi dan wawancara sebagai bahan penulisan berita.

Salah satu peserta asal SMAN 1 Tahunan, Ikmal mengaku tertarik dengan metode pelatihan yang dikemas santai namun berbobot.

“Diajarkan teori dan praktik juga, seperti bagaimana cara kerja jurnalistik di lapangan. Kami diberi kesempatan praktik langsung menerapkan ilmu jurnalistik,” ujarnya bersemangat.

Bekal Menjadi Jurnalis Beretika

Materi pelatihan disampaikan oleh praktisi media berpengalaman, antara lain Ketua PWI Jepara Septina Nafiyanti, serta jurnalis senior Rhobi Shani dan Sulismanto. Topik yang dibahas mencakup dasar-dasar jurnalistik, etika profesi, teknik wawancara, hingga penulisan berita yang efektif.

Ketua PWI Jepara, Septina Nafiyanti menekankan bahwa kerja jurnalistik bukan sekadar menulis, melainkan sebuah proses panjang mulai dari perumusan ide, peliputan, hingga penyuntingan.

“Fungsi jurnalistik tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga edukasi. Yang paling penting adalah pengawasan dan kontrol sosial terhadap kebijakan melalui tulisan, foto, dan video jurnalistik,” jelas Septi.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar selalu menyajikan fakta dan menjauhi hoaks. Verifikasi menjadi kunci utama integritas seorang jurnalis.

“Tugas jurnalis memberikan fakta. Harus melakukan verifikasi atas informasi yang ditulis. Tidak menulis yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.

Wadahi Potensi Jurnalis Muda

Apresiasi positif datang dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jepara, Budhi Sulistyawan berharap kegiatan ini memiliki dampak jangka panjang.

“Harus terus dikawal sebagai calon jurnalis muda. Misalnya diwadahi dalam sebuah paguyuban pelajar yang berfokus pada pengembangan kemampuan dan pengetahuan di bidang jurnalistik,” pesan Budhi. (oka/gih/rds)