Strategi Jemput Bola
Tingginya angka partisipasi lansia dinilai sebagai keberhasilan strategi jemput bola yang diterapkan tenaga kesehatan Puskesmas Undaan.
“Kalau untuk lansia, kami memang aktif melakukan jemput bola. Pemeriksaan tidak hanya menunggu di puskesmas, tapi juga mendatangi kelompok-kelompok lansia di wilayah kerja,” jelasnya.
Adapun pemeriksaan CKG pada usia dewasa mencakup cek darah rutin, skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan indera (mata dan telinga), serta kesehatan gigi. Khusus lansia, layanan diperluas dengan skrining tingkat kemandirian untuk menilai kemampuan aktivitas sehari-hari.
Target Naik di 2026
Merespons evaluasi tahun 2025, Puskesmas Undaan menetapkan target yang lebih tinggi untuk tahun 2026. Berikut rincian target terbarunya:
- Bayi: 70 persen
- Balita dan Pra Sekolah: 55 persen
- Usia Sekolah dan Remaja: 70 persen
- Dewasa: 46 persen
- Lansia: 55 persen
“Peningkatan target tersebut akan diimbangi dengan penguatan sosialisasi, kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi layanan jemput bola. Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya CKG semakin meningkat, sehingga pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan secara rutin dan menyeluruh,” pungkasnya. (hfh/fat/rds)










