Arsip Pengetahuan dan Dasar Kebijakan
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan apresiasi tinggi atas terbitnya buku ini. Menurutnya, karya tulis tersebut bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam pembangunan daerah.
Bupati Mbak Tika—sapaan akrabnya—menilai buku ini berfungsi vital sebagai arsip pengetahuan, referensi akademik, serta media penguatan identitas karakter masyarakat Kendal.
“Buku ini dapat menjadi rujukan dan pijakan dalam perencanaan serta pengambilan kebijakan daerah yang berakar pada nilai-nilai budaya,” tegas Dyah.
Perkuat Sinergi Literasi
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya literasi sejarah sebagai fondasi pembangunan manusia. Ke depan, ia menginginkan adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen literasi, meliputi:
- Akademisi dan Peneliti.
- Penulis dan Budayawan.
- Komunitas Literasi Lokal.
“Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan riset, pendokumentasian sejarah lokal, diskusi literasi, hingga forum kebudayaan berkelanjutan,” imbuhnya.
Acara peluncuran tersebut juga dirangkai dengan diskusi bedah buku untuk menyebarluaskan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar lebih dipahami masyarakat luas. (ags/amd/rds)










