Kampung Ramadan Rembang 2026 Pindah ke Jalan Gatot Subroto, Ini Alasannya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang secara resmi membuka Festival Kampung Ramadan di pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang secara resmi membuka Festival Kampung Ramadan 2025 di pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Minggu (3/2/25). (HUMAS/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Ada yang baru dari gelaran Kampung Ramadan Rembang tahun 2026. Pusat kuliner tahunan yang dinanti warga Kota Garam ini resmi dipindah lokasinya ke Jalan Gatot Subroto, tepatnya di sisi timur Alun-alun Rembang.

Perubahan lokasi ini membentang mulai dari depan Radio Citra Bahari FM hingga ke utara depan SMA Kartini. Sebelumnya, event ini rutin digelar di Jalan dr. Soetomo. Dijadwalkan, pasar kuliner ini akan beroperasi mulai 18 Februari hingga 14 Maret 2026, buka pukul 15.00 hingga 19.00 WIB.

Kabid UKM Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang, Achmad Widodo menjelaskan, pemindahan ini merupakan respons atas keluhan masyarakat dan evaluasi tahun sebelumnya. Lokasi lama dinilai sudah tidak kondusif karena memicu kemacetan parah dan sempitnya ruang gerak bagi pedagang.

“Di lokasi lama sering terjadi kemacetan, dan ruang untuk UMKM semakin terbatas karena banyaknya usaha baru di kawasan tersebut. Di lokasi baru (Jalan Gatot Subroto) ini areanya lebih luas dan representatif,” ungkap Widodo.

Seleksi Ketat Sistem Undian

Tahun ini, panitia menyediakan total 40 stan untuk pelaku usaha. Demi menjamin keadilan, Dindagkop UKM menerapkan sistem seleksi ketat melalui undian terbuka. Dari total 60 pendaftar UMKM umum, hanya 20 yang terpilih untuk mengisi slot reguler, sementara 20 stan sisanya difasilitasi oleh pihak sponsor.

“Satu stan diisi dua pelaku UMKM. Waktu pengundian semua menyaksikan, biar lebih adil dan transparan,” imbuhnya.

Agar variasi kuliner tertata, pedagang dibagi ke dalam empat klaster berdasarkan minat pembeli tahun lalu. Rinciannya meliputi klaster minuman (15 stan), sayur dan lauk (10 stan), jajanan (10 stan), dan makanan berat lainnya (5 stan).

“Pembagian ini didasarkan pada evaluasi penjualan tahun-tahun sebelumnya, di mana kategori minuman menjadi salah satu yang paling diminati pengunjung,” terang Widodo.

Mobil Dilarang Masuk

Terkait akses lalu lintas di lokasi baru, panitia telah menyiapkan rekayasa khusus. Kendaraan roda dua (sepeda motor) tetap diperbolehkan melintas, baik dari arah barat maupun timur melalui jalur Pantura.

Namun, aturan berbeda berlaku bagi kendaraan roda empat. Mobil tidak diperkenankan masuk ke area Kampung Ramadan dan wajib parkir di kantong parkir yang telah disediakan. Langkah ini diambil agar arus pengunjung pejalan kaki tetap nyaman tanpa terganggu kendaraan besar.

Didukung oleh sejumlah sponsor seperti Bank Jateng, Semen Gresik, Bank Rembang, BKK Jateng, dan BRI, lokasi baru ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi UMKM yang lebih efektif selama bulan suci. (hms/fat/rds)