Budaya  

Mengenal Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal Dieng: Syarat dan Prosesinya

Prosesi pemotongan rambut anak bajang dalam tradisi ruwatan rambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng
Yulviana (kanan) dan sejumlah anak bajang lainnya mengikuti kirab sebelum menjalani ruwatan anak berambut gimbal acara puncak Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 di pelataran Kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (24/8/2025). (ANTARA-Sumarwoto/JOGLO JATENG)

Tahapan Prosesi Ruwatan

Prosesi ruwatan tidak hanya sekadar potong rambut. Terdapat rangkaian ritual yang harus dilalui agar sukerta atau kesialan yang menempel pada anak tersebut hilang bersamaan dengan potongan rambutnya.

Berikut adalah tahapan umum dalam tradisi ruwatan rambut gimbal:

  1. Kirab Budaya: Anak-anak rambut gimbal diarak keliling desa atau menuju lokasi Candi Arjuna dengan didampingi orang tua dan pengawal berpakaian adat.
  2. Jamasan: Sebelum dipotong, rambut anak dicuci atau dijamas menggunakan air dari tujuh sumber mata air suci (tuk) yang ada di Dieng, seperti Tuk Bimalukar dan Tuk Sendang Sedayu. Air ini juga dicampur dengan kembang setaman.
  3. Doa dan Pemotongan: Pemotongan dilakukan oleh tokoh adat atau pejabat yang ditunjuk. Rambut yang dipotong tidak boleh jatuh ke tanah, melainkan diletakkan di kain putih.
  4. Pelarungan: Ini adalah tahap akhir yang krusial. Potongan rambut akan dilarung (dihanyutkan) ke Telaga Warna atau Kawah Sikidang. Pelarungan ini menyimbolkan pengembalian “titipan” kepada pemiliknya dan membuang segala hal buruk dari sang anak.

Makna Filosofis bagi Warga Jateng

Di balik sisi mistisnya, tradisi ini mengajarkan nilai kasih sayang orang tua kepada anak. Usaha orang tua memenuhi permintaan anak, seberat apa pun itu, merupakan simbol pengorbanan dan cinta kasih tanpa syarat.

Selain itu, eksistensi ruwatan yang kini terbalut dalam agenda wisata DCF membuktikan bahwa budaya lokal Jawa Tengah mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan esensi sakralnya. Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung keunikan ini, agenda tahunan di Dieng tidak boleh dilewatkan. (rds)