Cegah banjir, Wali Kota Semarang Terjunkan Satgas Berlian Bersihkan Sungai!

Jajaran OPD Pemkot Semarang saat bergotong royong membersihkan sampah dan sedimentasi lumpur di kawasan Kali Tawang Mas.
GOTONG ROYONG: Seluruh OPD Kota Semarang melakukan kerja bakti di Kali Tawang Mas, Selasa (24/2). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Puluhan aparatur sipil negara dan petugas kebersihan tampak bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah dan lumpur yang menyumbat aliran Kali Tawang Mas, Selasa (24/2/26). Aksi gotong royong berskala besar yang digerakkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini merupakan langkah konkret mitigasi banjir, sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin langsung kegiatan bertajuk ‘Aksi Bersih Sampah dan Penanaman Pohon’ tersebut. Menariknya, pembersihan di Kali Tawang Mas ini juga terhubung secara virtual melalui Zoom meeting dengan aksi serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Atasi Sedimentasi Pemicu Banjir

Agustina menjelaskan, Kali Tawang Mas sengaja dipilih sebagai titik pusat kegiatan karena merupakan salah satu area rawan yang kerap memicu luapan air saat curah hujan tinggi. Persoalan utama di sungai ini adalah tebalnya endapan lumpur (sedimentasi) serta tumpukan sampah kiriman dari hulu dan permukiman bantaran.

“Kita upayakan mengurangi endapan, sampah kita hilangkan supaya kalau pas debit air meningkat tidak terjadi banjir seperti kemarin-kemarin,” ujar Agustina di lokasi kerja bakti.

Ke depannya, Pemkot Semarang memastikan intensitas pembersihan sungai akan makin ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri. Berikut adalah beberapa langkah strategis yang dijalankan:

  • Menggelar kerja bakti pembersihan jalan, saluran, dan sungai di tingkat kelurahan minimal dua hingga tiga kali dalam sepekan.
  • Menanam bibit pohon jenis apel buya yang sudah besar di area bantaran untuk memperkuat struktur tanah, yang perawatannya diserahkan kepada warga setempat.
  • Memantau dan mengevaluasi eskalasi kebersihan sungai secara rutin.

Respons Cepat Satgas Berlian via WhatsApp

Selain aksi fisik di lapangan, Agustina juga menyoroti efektivitas operasional Satgas Berlian yang telah dibentuk di tiap kelurahan sejak akhir 2025. Satuan tugas ini menjadi garda terdepan penanganan sampah yang menyumbat sungai saat cuaca ekstrem.

Sistem pelaporan satgas ini dinilai sangat praktis karena mengandalkan komunikasi real-time berbasis aplikasi pesan singkat.

“Kita ada grup WhatsApp-nya, sehingga ketika hujan deras langsung kirim pesan dan kita tahu di titik mana sampah menghalangi aliran air. Alhamdulillah, dengan monitor langsung seperti itu membuat kita cepat menangani potensi banjir,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara aksi bersih lingkungan berkelanjutan dan respons cepat Satgas Berlian, risiko banjir rob dan genangan air di Kota Semarang diharapkan dapat ditekan secara signifikan. (hfh/gih/rds)