PATI, Joglo Jateng – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati bersiap menyalurkan 430 bibit pohon buah produktif untuk menghijaukan kembali kawasan lereng Pegunungan Kendeng dan Muria. Ratusan bibit yang kini telah dipersiapkan di area kantor DLH tersebut, rencananya akan didistribusikan kepada tujuh kelompok masyarakat pada awal Maret 2026 mendatang.
Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo pada Selasa (24/2/26) menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem hulu. Selain mengembalikan fungsi hutan sebagai area penyangga untuk mencegah tanah longsor, bibit ini sengaja dipilih jenis tegakan produktif agar membawa dampak ekonomi bagi warga setempat.
Bernilai Ekonomis dan Cegah Bencana Alam
“Tujuannya agar fungsi hutan kembali seperti dulu, yakni menambah tutupan lahan atau vegetasinya. Supaya ke depan tidak ada bencana atau tanah longsor di daerah penyangga,” ujar Tulus di Pati.
Ia menambahkan, pihaknya menyadari bahwa masyarakat butuh insentif nyata untuk ikut menjaga kelestarian hutan. Oleh karena itu, DLH menyalurkan tanaman yang bisa dipanen hasilnya, bukan sekadar pohon peneduh biasa.
“Tegakan tapi produktif. Kalau tegakan saja, banyak warga yang tidak mau merawat karena merasa tidak ada hasilnya,” imbuh Tulus.
Rincian Jenis Pohon dan Penerima Bantuan
Pada tahun ini, DLH Pati telah menyiapkan total 430 bibit buah unggulan yang terdiri dari 100 bibit mangga, 100 durian, 80 kelengkeng, dan 150 alpukat. Penyaluran tersebut didasarkan pada proposal dari kelompok warga, sekolah, dan pencinta lingkungan yang telah diajukan sejak tahun lalu.
Berikut adalah daftar tujuh penerima bantuan bibit pohon dari DLH Pati pada Maret 2026:
- Kelompok Peduli Kendeng Hijau.
- SD Negeri Godo 02, Kecamatan Winong.
- Karang Taruna Wira Rahagi, Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso.
- Pemerintah Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana.
- Kelompok Tani Muda Berkarya, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong.
- Pemerintah Desa Karangmulyo, Kecamatan Tambakromo.
- Kelompok Sejahtera, Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo.
“Penyalurannya nanti awal Maret. Teknisnya ada yang kami antar langsung, ada pula yang diambil ke kantor. Jumlah bibit yang kami salurkan setiap tahunnya rutin berjalan menyesuaikan anggaran dari daerah,” pungkasnya. (lut/rds)










