Pati  

Belasan Warga Pati Kena DBD di Awal 2026, Ternyata Fogging Bukan Solusi Terbaik

ANTISIPASI: Petugas Dinkes Pati saat melaksanakan PSN sebagai pencegahan DBD, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pati sudah muncul di awal 2026 ini. Setidaknya ada belasan warga yang terserang penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati, ada sebanyak 18 kasus DBD yang terjadi di Januari. Belasan kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Bumi Mina Tani ini. Namun, temuan terbanyak terjadi di wilayah Puskesmas Kayen dengan jumlah 4 kasus.

Sedangkan lainnya yakni di Puskesmas Jaken, Puskesmas Pati II, Puskesmas Tlogowungu, dan Puskesmas Wedarijaksa I masing-masing 2 kasus. Lalu, wilayah Puskesmas Gembong, Puskesmas Wedarijaksa II, Puskesmas Trangkil, Puskesmas Tayu I, Puskesmas Tayu II, serta Puskesmas Dukuhseti dengan jumlah masing-masing 1 kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati mengatakan, maraknya nyamuk Aedes aegypti terjadi pada cuaca lembap. Pasalnya, nyamuk bersarang di setiap sudut ataupun genangan untuk melakukan perindukan.

“Penyebaran nyamuk banyak terutama fase musim kayak gini, musim penghujan seperti hujan yang tidak terus-menerus sehingga telur nyamuk bisa jadi menetas. Pada musim tanam kayak gini juga nyamuk banyak sekali, karena habitat dan perindukannya sama-sama di genangan,” paparnya.

Ia menegaskan, pencegahan DBD ini perlu dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dan intensif. Beberapa langkah dengan membersihkan lingkungan harus dimaksimalkan.

“Pokoknya sarang-sarang nyamuk diberantas dengan PSN agar lingkungan bersih. PSN harus rutin, tidak hanya sekali bahkan ada edaran setiap hari Jumat lingkungan kantor kerja, kantor desa, kantor kecamatan, ndak harus di rumah,” terangnya.

Menurutnya, PSN jauh lebih efektif dibandingkan fogging. Dirinya pun mengingatkan masyarakat untuk menjalankan PSN daripada fogging yang disebut banyak efek samping yang terjadi.

“Sekarang masyarakat minta fogging padahal tidak efektif karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, padahal yang harus dibunuh sejak telur. Itu efeknya insektisida, bisa resisten nyamuknya, dan pencemaran udara,” pungkasnya. (lut/fat)