KUDUS, Joglo Jateng – RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi puluhan relawan dan driver ambulans rujukan pada Sabtu (14/3/2026). Peningkatan kapasitas medis dasar bagi masyarakat awam ini sangat krusial untuk menekan angka fatalitas korban kecelakaan darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.
Kegiatan kemanusiaan yang dilangsungkan di Gedung RS Sarkies ‘Aisyiyah Lantai 8 tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang kerap bersinggungan dengan kondisi gawat darurat. Peserta yang hadir meliputi perwakilan Lazismu, Lazisnu, pemerintah desa, pengelola klinik, hingga awak media.
Fokus utama silaturahmi ini adalah membekali para pengemudi yang selalu menjadi garda terdepan di jalan raya agar tidak panik dan tahu langkah taktis saat berhadapan langsung dengan korban insiden.
Bekal Resusitasi Jantung untuk Garda Terdepan
Wakil Direktur Pelayanan RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus, Guntur Aryo Puntodewo, menjelaskan bahwa sinergi dan ketangkasan masyarakat awam sangat menentukan keberhasilan rantai keselamatan pasien.
“Ini tadi forum silaturahmi dalam rangka pendalaman materi tentang Bantuan Hidup Dasar bagi awam. Sebelum menjelang buka puasa, kita memberikan materi kepada teman-teman driver agar ketika di jalan atau di mana pun menemukan korban, mereka tahu bagaimana langkah awal menolong sampai penolong medis datang,” ujar Guntur.
Materi yang diberikan difokuskan pada praktik krusial yang mudah dipahami, namun berakibat fatal jika diabaikan saat terjadi kecelakaan.
“Materi yang disampaikan di antaranya tentang resusitasi jantung paru, bagaimana mengecek kondisi pasien, apakah mengalami henti jantung atau hanya henti napas, serta bagaimana melakukan pertolongan pertama yang tepat,” katanya merinci.
Hapus Keraguan Menolong Korban di Jalan
Lewat pembekalan taktis ini, Guntur berharap tidak ada lagi masyarakat atau pengemudi ambulans rujukan yang takut atau ragu memberikan pertolongan lantaran minimnya pengetahuan medis.
“Bagaimana orang awam itu tidak ragu menolong pasien atau korban di jalan. Minimal mereka tahu langkah awal yang benar sampai tenaga medis datang,” paparnya.
Pihak rumah sakit berkomitmen untuk terus merawat hubungan baik dengan para pahlawan kemanusiaan di lapangan agar proses evakuasi medis di Kabupaten Kudus berjalan makin profesional.
“Kita mempererat tali silaturahmi, memperkuat kerja sama dan komunikasi yang baik. Harapannya teman-teman driver mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menyelamatkan korban bila menemukan kondisi darurat di jalan,” pungkas Guntur. (uma/fat/rds)










