Tembus 10 Ribu Kendaraan Sehari! GT Kalikangkung Mulai Padat, Catat Jadwal One Way Nasional

Deretan mobil pemudik antre dan memadati kantong parkir Rest Area 391A Rowobranten di ruas Tol Batang-Semarang.
Antrean padat kendaraan pemudik memadati kawasan Rest Area 391A Rowobranten, Kabupaten Kendal, menjelang waktu berbuka puasa, Minggu (15/3/2026). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Volume arus lalu lintas pemudik di Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang, Jawa Tengah, mencatatkan tren lonjakan yang pesat pada Senin (16/3/2026). Peningkatan pergerakan kendaraan di jalur vital arah Kendal/Jakarta maupun arah Semarang/Solo ini menjadi alarm awal bagi kelancaran mobilitas darat menjelang fase puncak Lebaran.

Berdasarkan data pantauan harian yang dihimpun secara langsung hingga siang hari, total sudah ada lebih dari sepuluh ribu kendaraan yang hilir mudik melewati titik krusial tol Trans Jawa tersebut.

Guna mengurai potensi kepadatan yang berlarut, pihak pengelola tol secara taktis telah menyiagakan belasan gardu pelayanan secara penuh.

Rincian Lonjakan Kendaraan per Jam

Kapospam Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono, menjabarkan secara rinci dinamika arus kendaraan yang masuk (entrance) di titik tersebut. Tren kenaikan mulai merangkak sejak pagi hari, di mana ratusan mobil silih berganti melakukan tap-in.

“Pada pukul 09.00-10.00 WIB sebanyak 857 kendaraan melewati entrance GT Kalikangkung. Kemudian pada pukul 10.00-11.00 WIB tercatat sebanyak 922 kendaraan. Hingga pukul 11.00-12.00 WIB tercatat sebanyak 887 kendaraan,” paparnya melalui pesan tertulis, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, gelombang kendaraan yang mengarah keluar (exit) Tol Kalikangkung menuju wilayah Semarang atau Solo justru mencatatkan angka sirkulasi yang jauh lebih masif.

“Pada pukul 11.00-12.00 WIB sebanyak 1.864 kendaraan yang melintas di exit Tol Kalikangkung. Sedangkan pukul 12.00-13.00 WIB sebanyak 1.579 kendaraan,” jelasnya merinci.

Tambah Gardu Satelit dan Rekayasa One Way

Total akumulasi armada yang telah melintas sukses menembus angka 10.429 kendaraan. Menyikapi grafik yang terus meroket, Jasa Marga Semarang-Batang langsung merespons dengan mengoperasikan delapan gardu tambahan atau gardu satelit.

Dengan demikian, kini terdapat total 17 unit gardu yang beroperasi aktif melayani transaksi para pemudik.

Petugas di lapangan juga tak henti-hentinya mengingatkan para pengendara agar rutin mengecek kecukupan saldo e-toll. Langkah preventif ini sangat penting demi meminimalisasi antrean panjang di pintu tol akibat gagal tapping.

Lebih lanjut, Dimas memprediksi bahwa gelombang tertinggi dari pergerakan arus mudik akan segera menghantam dalam waktu sangat dekat.

“Puncak arus mudik terjadi pada 17-18 Maret 2026. Rencananya, pada periode tersebut akan diberlakukan rekayasa lalu lintas one way nasional untuk mendukung kelancaran arus kendaraan,” pungkasnya. (hfh/gih/rds)