PATI, Joglo Jateng – Tren penyakit campak di Kabupaten Pati belakangan ini mengalami peningkatan yang patut diwaspadai oleh para orang tua. Merespons temuan kasus campak di Pati yang kini menyentuh angka 20 penderita, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bergerak cepat menggelar vaksinasi massal guna mencegah penularan meluas di kalangan anak-anak.
Pemberian vaksin ini dilakukan melalui skema Outbreak Response Immunization (ORI). Langkah pencegahan secara terpusat digencarkan di wilayah Kecamatan Margorejo, khususnya di Desa Jambean Kidul, menyusul temuan sejumlah anak yang terkonfirmasi positif terjangkit.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati mengungkapkan, program vaksinasi digelar di tiga titik lokasi. Pelayanan jemput bola tersebut menyasar area Balai Desa, TK Nusa Indah, dan RA setempat.
“Kami melaksanakan ORI campak di Desa Jambean Kidul dengan sasaran 266 anak, mulai dari bayi, balita hingga usia di bawah 7 tahun,” ujarnya.
Berdasarkan data pantauan terbaru, tercatat ada 20 kasus campak secara keseluruhan di Kabupaten Pati. Dari jumlah kumulatif tersebut, sebanyak 14 kasus di antaranya terlacak bermuara di Kecamatan Margorejo, termasuk Desa Jambean Kidul.
“Alhamdulillah, dari 20 kasus tersebut sebagian besar sudah membaik. Namun vaksinasi tetap dilakukan untuk mencegah penularan lebih luas,” terangnya.
Antisipasi Komplikasi, Warga Antusias Ikuti ORI Campak
Vaksinasi yang difokuskan pada wilayah temuan kasus ini diharapkan mampu memutus rantai penularan dengan efektif. Selain itu, vaksinasi campak sangat krusial untuk mencegah risiko komplikasi penyakit yang lebih serius pada imunitas anak.
Langkah tanggap dari pemerintah daerah ini disambut positif oleh warga sekitar. Salah satunya Elvira, warga setempat yang langsung membawa buah hatinya yang baru berusia 3 tahun ke pos imunisasi.
“Di Jambean ini sudah ada beberapa kasus campak. Makanya digalakkan imunisasi ini agar anak memiliki antibodi,” ujarnya.
Elvira mengaku sempat dilanda kekhawatiran ketika melihat anaknya menunjukkan gejala bintik merah di kulit. Meski sang anak sebelumnya sudah pernah mendapatkan vaksin campak saat usia 9 bulan, ia menyadari imunisasi tambahan ini tetap penting.
“Pelayanannya bagus, antreannya tertib, dan gratis. Sangat membantu masyarakat,” pungkasnya. (lut/fat/rds)










