Punya Nama Unik dan Kaya 15 Rempah, Minuman Khas Jepara Ini Konon Jadi Kesukaan RA Kartini

NIKMAT: Sajian hangat secangkir minuman adon-adon coro yang merupakan kuliner tradisional khas Jepara, Senin (13/4/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Konon Kesukaan Kartini, Dibidik Jadi WBTB

Terpisah, Subkor Sejarah dan Kepurbakalaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Lia Supardianik, turut menjelaskan keunikan kuliner warisan leluhur ini.

Secara penyajian, minuman ini sering disandingkan dengan wedang jamu coro asal Kabupaten Demak, meski keduanya memiliki perbedaan tekstur.

Lia memaparkan, kuliner Jepara ini memiliki tekstur cair menyerupai wedang jahe bersantan atau kolak encer dengan isian kelapa muda bakar. Sebaliknya, versi Demak jauh lebih kental bak bubur sumsum cair karena menggunakan campuran tepung beras.

Menariknya, ada kepingan sejarah tak tertulis yang menyertai minuman ini.

“Menurut tutur lisan, minuman ini disukai oleh Ibu Kartini. Namun untuk bukti dukung historisnya belum ada,” ungkap Lia.

Ia juga meluruskan kesalahpahaman publik terkait namanya. Kata “coro” bukan merujuk pada hewan kecoak dalam bahasa Jawa. Nama tersebut berasal dari kata “cara”, yang menggambarkan proses pembuatannya yang diadon atau diolah.

Saat ini, eksistensi resep tradisional tersebut telah tercatat dalam basis data Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Jepara.

Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan langkah pelestarian yang lebih besar. “Kami berencana untuk memasukkan adon-adon coro sebagai nominasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia sebagai salah satu minuman tradisional dari Jepara yang kaya rempah,” pungkasnya. (oka/gih/rds)