SEMARANG, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak pemerintah pusat untuk segera melanjutkan proyek pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa Tengah.
Langkah strategis ini dinilai sangat mendesak guna mengatasi krisis genangan banjir rob dan abrasi yang semakin parah, khususnya di wilayah Sayung, Kabupaten Demak.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengungkapkan bahwa megaproyek tanggul laut raksasa tersebut sempat mangkrak akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pusat.
“Giant Sea Wall ini harus segera ditangani, terutama di daerah Sayung, Demak. Memang sempat berhenti karena efisiensi, tetapi akan kami dorong agar dilanjutkan,” ujarnya usai kunjungan kerja di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026).
Tuntaskan Masalah Tanah Bergerak dan RTLH
Selain isu tanggul laut, komisi yang membidangi agama dan sosial tersebut juga menyerap berbagai aspirasi strategis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Fokus serapan aspirasi ini mencakup penanganan bencana tanah bergerak serta pemenuhan kebutuhan hunian sementara bagi warga terdampak musibah.
“Permasalahan yang belum tertangani, seperti tanah bergerak dan hunian sementara, akan kami sampaikan ke pusat, khususnya kepada BNPB,” jelas Wachid merujuk pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana.










