Sejarah Pemersatu Tiga Dusun
Selain sebagai ajang unjuk keberanian, pertandingan yang berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan tim hijau ini menyimpan sejarah rekonsiliasi yang mendalam bagi Desa Kawak Jepara.
Petinggi Desa Kawak, Eko Heri Purwanto mengungkapkan bahwa tradisi yang dikelola rutin sejak 2016 ini sukses menyatukan warga dari Dusun Krajan, Tempur, dan Setro.
“Dulu tiga dusun sering berselisih pendapat, hingga akhirnya disatukan melalui tradisi sepak bola api,” ujarnya.
Eko berharap budaya Jepara yang sarat akan kearifan lokal ini bisa terus dilestarikan agar tidak tergerus zaman serta mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.
“Kami ingin budaya lokal seperti ini menjadi warisan bagi anak cucu. Jangan sampai terabaikan. Kami juga akan terus melakukan evaluasi dan inovasi agar tradisi ini tetap terjaga,” pungkasnya. (oka/gih/rds)










