JEPARA, Joglo Jateng – Tradisi sepak bola api di Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara kembali digelar dan dipadati oleh ribuan warga pada Selasa (21/4/2026) malam.
Gelaran tahunan yang memacu adrenalin ini tidak sekadar menjadi tontonan hiburan, melainkan ritual penting untuk meredam hawa nafsu sekaligus simbol pemersatu masyarakat desa setempat.
Pertandingan tradisi sepak bola api tersebut dilangsungkan di halaman MTs Tashilul Muhtadiin.
Sebelum berlaga, para pemain diwajibkan menjalani ritual khusus di Punden Buyutan sebagai bentuk permohonan keselamatan kepada Sang Pencipta.
Mereka berjalan membawa kelapa utuh dan air dari Mbelik Sucen di kawasan makam punden menuju lokasi pertandingan.
Ritual Air Suci Penolak Panas
Laga budaya ini mempertemukan dua tim yang masing-masing beranggotakan lima orang warga desa, berlaga tanpa mengenakan kaus dan hanya memakai celana hitam.
Untuk membedakan lawan, pemain mengenakan ikat kepala berwarna merah untuk tim abang dan hijau untuk tim ijo.
Sebelum kick off pada pukul 21.00 WIB, tetua adat mengoleskan cairan khusus berupa campuran air sucen, minyak kelapa, dan sabun ke tubuh para pemain guna meredam sensasi panas dari nyala api.
Hal ini dirasakan langsung oleh Taufik Sanjaya (21), salah satu anggota Karang Taruna Tunas Berlian yang turut berpartisipasi.
“Memang terasa panas, tapi tidak terlalu karena sudah diolesi minyak. Sudah lima kali ikut. Panas, tapi seru,” bebernya.










