PEMALANG, Joglo Jateng – Prestasi membanggakan di kancah global kembali ditorehkan oleh tujuh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Mereka sukses tampil memukau membawa nama Indonesia di ajang konferensi internasional di Malaysia.
Para delegasi kampus tersebut mengikuti forum bergengsi The International Community Service of The 7th Jogjakarta Communication Conference pada 15–17 April 2026 di Eastin Hotel, Penang.
Dari ketujuh perwakilan tersebut, enam mahasiswa mengikuti secara daring (online). Mereka adalah Rizqy Adinda Agung Saputri, Leony De Karyn Garyadi, Inaiya, Diah Aizzatul, Rif’an Safitri, dan Jelita Septiana.
Sementara itu, satu mahasiswa Ilkom Udinus, Andara Jihan Az Zahra, hadir secara langsung (offline) di lokasi konferensi untuk mewakili kampusnya di hadapan peserta multinasional.
Dalam forum bergengsi tersebut, seluruh delegasi mempresentasikan hasil riset yang mengangkat isu-isu komunikasi kontemporer, sekaligus menjadikannya ajang perluasan jejaring akademik internasional.
Sabet Penghargaan Best Presenter
Puncak kebanggaan dalam delegasi ini diraih oleh Leony De Karyn Garyadi yang sukses menyabet penghargaan Best Presenter.
Gelar prestisius tersebut diraih berkat kemampuan penyampaian materi dan kekuatan analisisnya yang dinilai sangat unggul oleh para penilai.
“Berpartisipasi dalam international conference menjadi pengalaman berharga untuk memperluas perspektif global, menjalin relasi profesional lintas negara, mengasah kemampuan komunikasi di tingkat internasional, serta mendorong diri keluar dari zona nyaman,” ujar Leony.
Taklukkan Rasa Gugup
Perjuangan tak kalah inspiratif juga diceritakan oleh Andara Jihan Az Zahra yang hadir langsung di Malaysia. Ia mengaku sempat dilanda keraguan sebelum mempresentasikan hasil risetnya.
“Saya pribadi awalnya takut karena pesertanya banyak yang lebih berpengalaman, tapi saya pikir kesempatan ini belum tentu datang dua kali,” ungkap Andara.
Namun, ia memilih membuang jauh-jauh ketakutan tersebut dan memanfaatkannya sebagai ruang belajar lintas negara.
“Memang sempat nervous, tapi pengalaman, ilmu, dan relasi yang saya dapat benar-benar luar biasa,” imbuhnya.
Pencapaian gemilang terkait prestasi Udinus ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa ilmu komunikasi di Tanah Air mampu bersaing secara tangguh di level global. Ke depan, langkah ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani unjuk gigi di pentas dunia. (fan/ree/rds)










