Kendal  

Stasiun Kaliwungu Mangkrak Puluhan Tahun, DPRD Kendal Dorong Reaktivasi

MANGKRAK: Kondisi bangunan Stasiun Kereta Api Kaliwungu yang sudah puluhan tahun tidak beroperasi, difoto pada Jumat (1/5/2026). DPRD Kendal terus mendorong reaktivasi guna mendongkrak roda perekonomian lokal. (AGUS/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal menyoroti kondisi Stasiun Kereta Api Kaliwungu yang telah mangkrak selama puluhan tahun. Fasilitas transportasi publik ini didorong untuk segera direaktivasi agar kembali menjadi urat nadi penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal menyentuh angka impresif 7,99 persen, dampaknya dirasa belum merata hingga ke lapisan bawah.

Oleh karena itu, optimalisasi infrastruktur perkeretaapian di bawah naungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dinilai memegang potensi besar untuk mendorong pemerataan kesejahteraan wilayah.

“Saya punya pandangan bahwa sektor transportasi di Kendal, terutama KAI, bisa menjadi terobosan kalau stasiun ini dibuka kembali,” ujar Mahfud, Jumat (1/5/2026).

Multiplier Effect dan Mobilitas Santri

Lebih lanjut, ia meyakini reaktivasi Stasiun Kaliwungu akan mendongkrak perputaran uang dan memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Langkah ini juga diproyeksikan memberikan multiplier effect bagi perekonomian, salah satunya dengan mengurangi penumpukan pengiriman barang logistik yang selama ini terlalu terpusat di Semarang. Namun, Mahfud menegaskan bahwa rencana strategis ini tentu membutuhkan kajian komprehensif dari semua pihak terkait.

Dukungan senada datang dari Anggota DPRD Kendal Daerah Pemilihan (Dapil) Kaliwungu, Gus Tommy. Ia secara khusus membawa aspirasi masyarakat pesisir dan kalangan pesantren.

Gus Tommy mengenang pesan almarhum Ustadz Lutfi Rohman, pengasuh Majelis Rasulullah Kaliwungu, yang mendambakan stasiun ini aktif kembali demi menunjang mobilitas para penuntut ilmu.

“Kaliwungu menjadi tujuan ribuan santri yang ingin mengaji. Stasiun ini sangat membantu mereka,” ucapnya.

Momentum Kawasan Industri

Selain pertimbangan pendidikan, keberadaan kawasan industri di Kaliwungu turut menjadi faktor penguat perlunya konektivitas transportasi jalur darat yang lebih efisien.

Gus Tommy juga menilai posisi pimpinan KAI saat ini, Kiai Haji Aqil Siraj, yang dikenal dekat dengan komunitas pesantren dapat menjadi momentum emosional yang tepat untuk mengajukan usulan reaktivasi.

“Kami selaku anggota legislatif dari dapil Kaliwungu sangat mendorong agar stasiun ini segera diaktifkan kembali,” tegasnya. (ags/iza/rds)