PEMALANG, Joglo Jateng – Ratusan buruh Pemalang memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan menggelar aksi turun ke jalan yang berujung pada dialog bersama pemerintah daerah. Mereka menyuarakan penolakan keras terhadap praktik upah murah yang dinilai masih mencekik kelayakan hidup pekerja.
Momentum peringatan pada Jumat (1/5/2026) ini diwarnai dengan aksi teatrikal di kawasan Tugu Sirandu. Pertunjukan tersebut menyimbolkan kondisi kelas pekerja yang merasa masih terbelenggu oleh ketidakadilan sistem ketenagakerjaan.
Jalan Kaki 3 Kilometer dan Tuntutan BPJS
Usai aksi teatrikal, gabungan massa dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Sarbumusi Pemalang, Federasi Serikat Buruh Amarta, dan SPKM Longwell bersatu melakukan long march. Mereka berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju Kantor Bupati Pemalang.
Sepanjang perjalanan, orasi terus menggema untuk menyoroti berbagai persoalan kesejahteraan. Koordinator aksi Lazuardi Rizki menegaskan, aksi May Day ini merupakan wadah nyata untuk memperkuat perjuangan kolektif para pekerja.
“Kedua, kita juga menuntut jaminan kesehatan bagi buruh, yakni Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” tegas Lazuardi.

Selain isu BPJS Kesehatan dan kelayakan upah, massa juga menyoroti pentingnya kebebasan berserikat. Hal ini diakui menjadi krusial di tengah pesatnya pertumbuhan industri di wilayah pantai utara (Pantura), termasuk Kabupaten Pemalang.
“Ini momentum sekaligus langkah awal kita. Ke depannya, kita akan terus berserikat memperjuangkan hak-hak untuk kesejahteraan buruh,” ujarnya.
Dialog Konstruktif di Pendopo
Setelah puas menyampaikan aspirasi secara lantang di depan gedung pemerintahan, unjuk rasa ini tidak berakhir anarkistis. Pemerintah justru memfasilitasi para peserta aksi untuk duduk bersama melalui wadah talk show di Pendopo Kantor Bupati.
Forum terbuka tersebut sukses menjadi ruang komunikasi dua arah antara serikat buruh dan pemangku kebijakan. Dialog ini diharapkan mampu membedah dan mencari solusi atas isu ketenagakerjaan secara lebih konstruktif. (fan/ree/rds)










