Jepara  

Pemkab Jepara Alokasikan Rp 200 Miliar per Tahun untuk Perbaikan Jalan

KETERANGAN: Bupati Jepara Witiarso Utomo saat Program Bupati Ngantor di Desa di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Selasa (5/5/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Program Bupati Ngantor di Desa kembali dilanjutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dengan menyasar Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Selasa (5/5/2026). Dalam agenda tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan komitmen perbaikan infrastruktur jalan yang akan dilakukan secara bertahap dengan alokasi sekitar Rp 200 miliar per tahun.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke sejumlah tenant UMKM lokal. Bupati berdialog langsung dengan pelaku usaha, sekaligus memborong dan mencicipi produk unggulan warga sebagai bentuk dukungan terhadap geliat ekonomi desa.

Selanjutnya, agenda dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama masyarakat. Antusiasme warga cukup tinggi, tercatat lebih dari 13 pertanyaan disampaikan, mencakup isu infrastruktur, pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Seluruh pertanyaan dijawab secara terbuka oleh Bupati bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir di lokasi.

Bupati menyebut, sejumlah proyek infrastruktur yang sempat tertunda kini tengah berproses lelang dan akan mulai dikerjakan kembali pada pertengahan Mei 2026.

Untuk wilayah Kecamatan Kembang, pembangunan ruas jalan Cepogo-Siculik dengan anggaran Rp 4,8 miliar dijadwalkan mulai berjalan dalam waktu dekat. Sementara itu, ruas Pendem-Jenggotan-Dudakawu telah diusulkan ke pemerintah pusat dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 17 miliar pada tahun ini.

Menurutnya, total kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh infrastruktur jalan di Jepara hingga dalam kondisi baik mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.

Namun, realisasi dilakukan secara bertahap dengan alokasi sekitar Rp 200 miliar per tahun, yang sebagian bersumber dari pajak daerah dan sisanya diharapkan melalui dukungan pemerintah pusat maupun provinsi.

“Kita targetkan dalam empat tahun ke depan infrastruktur bisa terselesaikan secara bertahap, baik melalui APBN, APBD, maupun bantuan provinsi,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, peningkatan layanan juga tengah dilakukan. Puskesmas Kembang saat ini dalam proses peningkatan status menjadi fasilitas rawat inap, dengan target rampung tahun ini dan mulai beroperasi pada awal 2027.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan pengolahan sampah domestik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) serta kunjungan ke UMKM berbasis hidroponik di Desa Tubanan.

Melalui program ini, Pemkab Jepara mendorong percepatan penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus memastikan pelayanan publik hadir lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga. (oka/gih)