Kudus  

Tradisi Sedekah Bumi Desa Kajar Kudus Perkuat Gotong Royong Warga

KENDUREN: Warga Desa Kajar, Kecamatan Dawe melaksanakan kegiatan kenduri masal di lapangan pada akhir pekan lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Semangat kebersamaan masih terjaga kuat di tengah masyarakat Desa Kajar, Kecamatan Dawe, melalui tradisi tahunan Sedekah Bumi 2026. Rangkaian kegiatan memadukan unsur religi, budaya, dan hiburan rakyat menjadi wujud rasa syukur atas limpahan hasil bumi.

Tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan keberkahan yang diterima selama setahun terakhir. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguat semangat gotong royong antarwarga.

Kepala Desa Kajar, Bambang Totok Subianto mengatakan, Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga oleh generasi muda. Ia ingin budaya guyub rukun tetap hidup di tengah masyarakat modern.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (2/5/2026) dengan tradisi penyembelihan kerbau di rumah kepala desa. Daging kerbau kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan pemerataan berkah.

Sejak pagi hari, warga tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan religi, seperti khataman Al-Qur’an di Aula Balai Desa serta slametan di sejumlah belik dan punden yang dianggap memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat.

Menjelang malam, ratusan warga dari berbagai dukuh memadati lokasi istigasah dan doa bersama. Suasana berlangsung khusyuk ketika para tokoh agama memimpin doa demi keselamatan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Kemudian pada Minggu (3/5/2026), kemeriahan semakin terasa lewat pergelaran wayang kulit yang digelar di Lapangan Desa Kajar. Pertunjukan menghadirkan dalang muda ternama, Ki Rama Aditya, yang membawakan lakon penuh pesan moral dan filosofi kehidupan masyarakat Jawa.

Di sela-sela pergelaran wayang, masyarakat melaksanakan kenduri massal secara serentak di berbagai titik desa. Warga membawa tumpeng dan aneka hasil bumi untuk disantap bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Sebagai penutup, masyarakat Desa Kajar akan disuguhi pentas ketoprak oleh grup Kidung Kencono pada Sabtu (9/5/2026) di Lapangan Desa Kajar. Pertunjukan ketoprak yang mengangkat kisah sejarah dan legenda Nusantara itu diprediksi kembali menyedot perhatian masyarakat. Selain menjadi hiburan rakyat, pentas seni tersebut juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Bambang berharap seluruh rangkaian Sedekah Bumi 2026 mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Melalui Sedekah Bumi ini, kami ingin Desa Kajar tetap dikenal sebagai desa yang menjunjung budaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong,” pungkasnya. (uma/fat/rds)