Jateng Siapkan 21 Proyek Investasi Strategis Baru, Fokus Hilirisasi dan Energi Hijau

SEREMONIAL: Suasana acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) di Semarang, Senin (11/5/2026). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Jawa Tengah disebut menjadi salah satu provinsi strategis nasional dalam sektor investasi. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu saat menghadiri Central Java Investment Business Forum (CJIBF) di Semarang, Senin (11/5/2026).

Todotua menyebutkan, realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional. Menurutnya, sekitar 30 persen pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berasal dari sektor investasi, sehingga pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap iklim investasi di wilayah tersebut.

“Jawa Tengah adalah salah satu provinsi yang mencapai angka realisasi investasi sangat tinggi secara nasional. Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi juga sangat besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Tengah saat ini menyiapkan 21 proyek investasi ready to offer yang akan ditawarkan kepada investor dalam maupun luar negeri. Sejumlah investor asing disebut mulai menunjukkan ketertarikan untuk masuk ke Jawa Tengah, termasuk dari Jepang.

Kata dia, arah investasi di Jawa Tengah ke depan difokuskan pada sektor hilirisasi dan energi hijau atau green energy. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi juga dinilai mampu menciptakan ekosistem usaha baru bagi pelaku UMKM dan industri lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menambahkan, BI turut mendukung penguatan investasi melalui promosi proyek investasi Jawa Tengah ke luar negeri. Menurutnya, jaringan kantor perwakilan BI di luar negeri akan dilibatkan untuk mempromosikan potensi investasi daerah.

“Kami juga mendukung melalui asesmen ekonomi dan peningkatan SDM. Termasuk program beasiswa keterampilan untuk mendukung investasi di Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Pada periode yang sama, realisasi investasi di Jawa Tengah disebut mendekati Rp 23 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 95 ribu orang. (hfh/ree/rds)