Pati  

107 Siswa MA Salafiyah Kajen Lolos Perguruan Tinggi Tanpa Tes

SUASANA: Acara Muwaada’ah siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen Pati tahun pelajaran 2025/2026, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sebanyak 107 siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati masuk perguruan tinggi tanpa tes. Mereka ada yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

Hal ini diungkapkan saat acara Muwaada’ah siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen Pati tahun pelajaran 2025/2026 yang digelar belum lama ini. Kegiatan tersebut menjadi momen perpisahan bagi para siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di madrasah tersebut.

Kepala MA Salafiyah Kajen Pati, Masrukhan, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswanya. Ia berpesan agar para lulusan terus menjaga nama baik almamater dan tetap menjalin hubungan baik dengan para guru.

“Hubungan antara murid dan guru adalah hubungan yang tidak bisa terputus, seperti hubungan orang tua dan anak. Sampai kapan pun murid wajib menghormati gurunya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang berhasil diraih MA Salafiyah Kajen. Menurutnya, hasil ini merupakan prestasi membanggakan.

“Ini bukan jumlah yang kecil. Prestasi itu adalah hasil kerja tim, bukan hanya dari satu aspek saja, tidak hanya guru maupun pimpinan madrasah,” tuturnya.

Dirinya menilai MA Salafiyah Kajen tidak hanya berhasil dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membangun budaya Islami di lingkungan madrasah.

“Saya percaya dengan MA Salafiyah. Di madrasah ini tidak hanya ilmu pengetahuan dan ilmu agama yang didapat, tetapi juga budaya Islami yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berpesan kepada para siswa agar tidak berhenti berjuang setelah dinyatakan lulus. Menurutnya, kelulusan merupakan awal menuju kesuksesan di masa depan.

Pesan yang sama juga disampaikan Ketua Yayasan Salafiyah Kajen, KH Ubaidillah Wahab. Ia meminta para siswa dan orang tua untuk tidak minder ataupun berkecil hati terkait masa depan pendidikan.

“Kalau kalian mau ikhtiar, saya yakin harapan orang tua akan terwujud. Jalan menuju kesuksesan tidak hanya melalui satu jalan, tetapi bisa melalui banyak jalan,” imbuhnya. (lut/fat/rds)