JEPARA, Joglo Jateng – Kapal ikan cumi KM Sumber Bintang Kejora 02 Tegal dilaporkan tenggelam di perairan Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026) pagi. Seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil selamat setelah sempat terapung di tengah laut selama kurang lebih enam jam sebelum dievakuasi kapal nelayan lain.
Kasat Polairud Polres Jepara, AKP M. Syaifuddin mengatakan, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Tegal pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk mencari ikan di perairan Kalimantan. Namun, saat berada sekitar 70 mil dari Pelabuhan Tegal atau di wilayah perairan Cirebon, kapal dihantam gelombang besar sekitar pukul 07.00 WIB.
“Gelombang pertama menghantam lambung kanan kapal hingga membuat kapal miring hampir terbalik,” ujarnya dalam laporan, Selasa (12/5/2026).
Tak lama berselang, sekitar 15 menit kemudian, gelombang besar kembali menerjang hingga kapal akhirnya terbalik dan tenggelam. Para ABK kemudian berusaha menyelamatkan diri menggunakan pelampung dan bertahan terapung di tengah laut selama sekitar enam jam.
Mereka akhirnya ditemukan dan ditolong kapal nelayan jaring KM Young Mbun sekitar pukul 13.00 WIB. Seluruh korban selanjutnya dinaikkan ke kapal penyelamat.
Nakhoda KM Sumber Bintang Kejora 02 kemudian meminjam alat komunikasi radio milik KM Young Mbun untuk menghubungi kapal lain yang masih berada dalam satu perusahaan.
Pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, kapal KM Sumber Bintang Kejora tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh korban. Para ABK kemudian dibawa menuju Karimunjawa.
“Sekitar pukul 10.00 WIB, kapal yang membawa para korban akhirnya sandar di Pelabuhan Legon Bajak, Karimunjawa,” ujarnya.
AKP M. Syaifuddin menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait untuk proses pemulangan para nelayan ke daerah asal masing-masing di Indramayu, Karawang, dan Bekasi.
“Tindakan kepolisian yang kami lakukan meliputi penjemputan di dermaga, pengecekan kesehatan menyeluruh, serta pendataan untuk laporan resmi ke tingkat Polda Jateng. Saat ini situasi kondusif dan para nelayan dalam penanganan yang baik,” ucapnya.
Dari peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.
Saat ini para ABK telah diberangkatkan ke Jepara menggunakan Kapal Cepat Express Bahari 1C pada Selasa (12/5/2026) pukul 10.00 WIB dari Pelabuhan Karimunjawa dan tiba di Dermaga Pantai Kartini Jepara sekitar pukul 12.35 WIB.
Tim Dokkes Polres Jepara pun diterjunkan untuk memeriksa kesehatan para ABK guna mengantisipasi adanya trauma atau gangguan kesehatan pascakejadian tenggelamnya kapal.
Berdasarkan laporan, ada 11 korban berhasil dievakuasi di antaranya Rawin bin Dalim (Nakhoda – Indramayu), Rusmana (KKM – Karawang), dan sembilan ABK yakni Ramdani, Syaenda, Ali Amsah, Edgar Asi Sasongko, Nabil, Adi, Mukhidin, Subita, dan Ahmad Mulyana. Seluruh ABK dipastikan selamat dalam insiden tersebut. (oka/gih/rds)










