SEMARANG, Joglo Jateng – Kolaborasi antarlembaga dalam menangani persoalan banjir dan genangan di Kota Semarang memiliki peran penting. Upaya kolaborasi tersebut terus diperkuat pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Ngaliyan pada Jumat (15/5/2026) lalu.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebutkan, penanganan banjir di Kota Semarang tidak bisa dilakukan secara parsial karena sistem aliran air saling terhubung dari hulu hingga hilir. Menurutnya, banjir di Ngaliyan dipicu hujan ekstrem dengan intensitas tinggi dari wilayah Semarang bagian atas.
“Penanganan banjir dan genangan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak. Sungai, drainase primer, sekunder, sampai drainase lingkungan semuanya saling berkaitan sehingga harus ditangani bersama-sama,” kata Agustina dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).
Agustina menjelaskan, hujan deras yang mengguyur kawasan perbukitan menyebabkan debit air meningkat drastis dan mengalir ke Sungai Silandak hingga meluap ke permukiman warga. Tinggi genangan di sejumlah titik bahkan mencapai 1 sampai 2 meter.
“Air kiriman dari kawasan hulu menyebabkan volume Sungai Silandak melampaui kapasitasnya sehingga meluap ke permukiman warga,” ungkapnya.
Selain meluapnya sungai, arus air yang deras juga membawa lumpur dan material yang merusak infrastruktur lingkungan. Sejumlah ruas jalan kampung di kawasan Purwoyoso, khususnya Jalan Sriyatno, dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir tersebut.
“Luapan air yang sangat deras membawa lumpur dan material lainnya sehingga menyebabkan kerusakan di sejumlah infrastruktur lingkungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat berbagai faktor yang memicu banjir di Kota Semarang, di antaranya curah hujan ekstrem serta berkurangnya daya resap air akibat alih fungsi lahan di kawasan hulu. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak terserap optimal dan langsung mengalir ke sungai maupun saluran drainase.
“Ketika daerah resapan semakin berkurang, air hujan yang turun tidak bisa terserap secara maksimal dan akhirnya langsung mengalir ke sungai maupun drainase,” ujarnya.










