KUDUS, Joglo Jateng – Ratusan warga Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang dikemas bersama program Dapur Marhaen tersebut menjadi bagian dari agenda sosial rutin partai yang dilaksanakan setiap tanggal 10.
Sejak pukul 08.00 WIB, warga berdatangan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Sebanyak 150 kuota pemeriksaan disediakan bagi masyarakat setempat. Selain mendapatkan layanan kesehatan, warga juga menerima paket makanan yang dibagikan setelah pemeriksaan selesai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus, Yusuf Rony mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian partai terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.
“Program ini kami laksanakan secara rutin setiap tanggal 10. Tujuannya untuk membantu masyarakat sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga dapat terpantau dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat segera mengambil tindakan apabila ditemukan gangguan kesehatan.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan. Ketika kesehatan terjaga, produktivitas meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga bisa ikut terdorong,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, DPC PDI Perjuangan Kudus juga menjalankan program Dapur Marhaen yang menyediakan paket makanan bagi peserta kegiatan. Program tersebut menjadi bentuk gotong royong kader partai untuk membantu masyarakat.
“Setelah pemeriksaan selesai, masyarakat juga mendapatkan paket makanan yang sudah disiapkan. Ini menjadi bagian dari kepedulian kami kepada warga,” jelas Yusuf.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut akan terus dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan di Kabupaten Kudus. Setelah Kecamatan Jekulo, program serupa dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Jati pada bulan berikutnya.
“Kami ingin manfaat program ini bisa dirasakan masyarakat secara luas. Karena itu pelaksanaannya digilir dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya,” ungkapnya.










