Kudus  

Puskesmas Dawe Kudus Terapkan 5 Klaster Layanan dan Kejar Target Zero TB

PELAYANAN: Pegawai Puskesmas Dawe mengarahkan pasien yang akan mendaftar di ruang tunggu puskesmas, Kamis (18/6/2026). (FAJAR ARI WIBOWO/JOGLO JATENG)

Beberapa di antaranya adalah dengan menemukan kasus secara aktif. Yakni melalui penapisan (skrining) gejala TBC di masyarakat, menelusuri kontak erat pasien, menjangkau kelompok berisiko tinggi, hingga pemantauan minum obat yang lengkap dan teratur.

“Pelacakan dan pemeriksaan kontak erat untuk mencegah penularan dan menemukan kasus baru secepatnya agar bisa ditangani,” sambungnya.

Menurut Yusrizal, promosi kesehatan dan edukasi ke masyarakat tentang gejala, penularan, pencegahan, dan pengobatan TBC adalah langkah yang penting. Kolaborasi lintas sektor juga memungkinkan dilakukan untuk program eliminasi TBC.

Langkah masif yang memadukan pelacakan aktif atau Active Case Finding (ACF) dan kolaborasi lintas sektor ini terbukti membuahkan hasil positif.

Banyak kasus TB di wilayah Dawe yang berhasil dideteksi secara dini, mendapatkan pengobatan rutin yang disediakan secara gratis, hingga akhirnya dinyatakan sembuh total.

Untuk menunjang keberhasilan program kesehatan dan memberikan kenyamanan maksimal bagi pasien, Puskesmas Dawe menyediakan berbagai fasilitas medis yang disesuaikan dengan regulasi operasional standar.

Salah satunya dengan layanan rawat inap berkapasitas maksimal 10 tempat tidur sesuai regulasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Puskesmas Dawe juga membuka layanan Unit Gawat Darurat (UGD) yang siaga penuh selama 24 jam.

Fasilitas pelayanan persalinan hingga pemisahan poli khusus infeksius dan noninfeksius secara ketat juga dilakukan demi mencegah penularan di lingkungan puskesmas. (cr1/fat/rds)