Gandeng Investor Global, Bank Jateng Perkuat Ekosistem Keuangan Daerah

SINERGI: Gubernur Jawa Tengah bersama para stakeholder perekonomian se-Jawa Tengah dalam acara business dinner di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

Ia menambahkan, selama ini sebagian besar transaksi keuangan perusahaan besar di Jawa Tengah masih dikelola oleh perbankan di luar Bank Pembangunan Daerah. Padahal, apabila transaksi tersebut dikelola Bank Jateng, sirkulasi dana akan bertahan lebih lama di Jawa Tengah dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Bank Jateng juga terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui pertumbuhan kinerja yang konsisten. Hingga akhir 2025, total aset Bank Jateng mencapai Rp 100,06 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Rp 30,70 triliun pada 2013.

Sementara laba usaha tercatat mencapai Rp 1,42 triliun. Dari sisi layanan, Bank Jateng kini didukung oleh 44 kantor cabang, 150 kantor cabang pembantu, 416 kantor fungsional dan payment point, serta 834 ATM.

Transformasi digital juga terus dilakukan melalui layanan mobile banking, internet banking, EDC, hingga Cash Management System (CMS) untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat maupun dunia usaha.

Di sektor pembiayaan, Bank Jateng menjadi salah satu penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia. Sejak mulai menyalurkan KUR pada 2013 hingga Mei 2026, total kredit yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp 29,7 triliun.

Sementara kuota penyaluran KUR tahun 2026 mencapai Rp 7 triliun, yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari satu juta pelaku usaha dari berbagai segmen.

Bambang menegaskan bahwa Bank Jateng akan terus meningkatkan kualitas layanan untuk mendukung visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan daya saing investasi. (hms/rds)