Target Adiwiyata Terus Naik, DLH Demak Dorong Penambahan Predikat Tiap Tahun

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak, Mulyanto. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

Tahapan tersebut mulai dari Adiwiyata Kabupaten, Adiwiyata Provinsi, Adiwiyata Nasional, dan tingkatan tertinggi yakni Adiwiyata Mandiri.

Mulyanto menuturkan, masih banyak masyarakat yang menganggap penghargaan tingkat nasional merupakan capaian tertinggi.

Padahal, sekolah baru dapat memperoleh predikat Adiwiyata Mandiri setelah lebih dahulu menyandang status Adiwiyata Nasional. Sekolah tersebut juga harus berhasil membina sejumlah sekolah lain agar berkembang menjadi Sekolah Adiwiyata.

“Predikat Mandiri diberikan kepada sekolah yang tidak hanya berhasil mengelola lingkungan di internal sekolah, tetapi juga mampu menjadi penggerak dan pendamping bagi sekolah lain,” katanya.

Di Kabupaten Demak, sejumlah sekolah telah berhasil mencapai predikat Adiwiyata Mandiri.

Di antaranya SMA Negeri 2 Demak, SMP Negeri 3 Mranggen, SD Negeri Batursari 5 Mranggen, serta SD Negeri Batursari 6 Mranggen.

Keberhasilan sekolah-sekolah tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.

Setiap sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata akan memperoleh penghargaan sesuai tingkatannya. Untuk tingkat kabupaten dan provinsi, penghargaan berupa piagam dan trofi diberikan oleh pemerintah daerah.

Sementara penghargaan tingkat nasional dan mandiri diserahkan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

Selain menjadi bentuk apresiasi, penghargaan tersebut juga dapat meningkatkan nilai akreditasi serta portofolio sekolah.

Mulyanto menilai antusiasme kepala sekolah untuk mengikuti program Adiwiyata terus meningkat.

Selain prestise meraih penghargaan tingkat nasional, program tersebut dinilai efektif dalam membangun karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Ia berharap kesadaran menjaga lingkungan tidak hanya tumbuh di sekolah, tetapi juga menjadi budaya di tengah masyarakat.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini masih rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan.

“Melalui pendidikan lingkungan di sekolah, diharapkan lahir generasi yang memiliki kebiasaan menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik, serta ikut berkontribusi menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata,” pungkasnya. (adm/fat/rds)